KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor pada Februari 2026 mencapai US$ 20,89 miliar, atau naik 10,55% year on year (yoy) bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ US$ 18,85 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, kinerja impor tersebut utamanya didorong oleh impor non minyak dan gas (migas). Impor non migas mencapai US$ 18,90 miliar atau naik 18,24% yoy, dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 15,98 miliar. Sedangkan impor migas tercatat sebesar US$ 2 miliar, atau turun 30,36% yoy, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 2,87 miliar.
BPS Mencatat Impor Februari 2026 Naik 10,55% Menjadi US$ 20,89 Miliar
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor pada Februari 2026 mencapai US$ 20,89 miliar, atau naik 10,55% year on year (yoy) bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ US$ 18,85 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, kinerja impor tersebut utamanya didorong oleh impor non minyak dan gas (migas). Impor non migas mencapai US$ 18,90 miliar atau naik 18,24% yoy, dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 15,98 miliar. Sedangkan impor migas tercatat sebesar US$ 2 miliar, atau turun 30,36% yoy, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 2,87 miliar.