BPS: Nilai Ekspor RI di Kuartal I 2026 Naik Jadi US$ 66,85 Miliar Ditopang Nonmigas



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai US$ 66,85 miliar, atau tumbuh tipis 0,34% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 66,62 miliar.

Kinerja ekspor tersebut terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 0,97% yoy menjadi US$ 63,60 miliar, dari sebelumnya US$ 62,98 miliar.

Sebaliknya, ekspor migas justru mengalami penurunan cukup dalam sebesar 10,58% yoy menjadi US$ 3,25 miliar.


Baca Juga: Purbaya Bakal Copot Dua Pejabat Pajak di Balik Membengkaknya Restitusi Pajak

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara sektoral, peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh sektor industri pengolahan.

“Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama kenaikan ekspor nonmigas dengan andil sebesar 3,15%,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Ia merinci, kenaikan ekspor industri pengolahan ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan seperti nikel, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, minyak kelapa sawit, serta produk semikonduktor dan komponen elektronik.

Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar US$ 16,50 miliar pada kuartal I-2026, atau meningkat 17,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Penurunan Harga Emas Perhiasan Tahan Laju Inflasi April 2026

Selain itu, ekspor nonmigas ke India dan kawasan ASEAN juga mengalami peningkatan. Namun, ekspor ke Amerika Serikat dan Uni Eropa tercatat menurun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News