BPS: Pengangguran Turun Jadi 7,24 Juta Orang, Proporsi Pekerja Formal Turun 40,58%



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Tingkat pengangguran di Indonesia menunjukkan penurunan pada Februari 2026. Namun di sisi lain, kualitas pekerjaan justru menurun, yang tercermin dari turunnya porsi pekerja formal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,68%, turun 0,08 poin persentase dibandingkan Februari 2025. Sejalan dengan itu jumlah pengangguran tercatat sebanyak 7,24 juta orang, berkurang sekitar 35.000 orang secara tahunan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan pengangguran terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, serta pada kelompok laki-laki dan perempuan.


Baca Juga: Jawa dan Sumatra Jadi Penopang Utama PDB Tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026

“Penurunan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan dan perdesaan,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Dari sisi struktur ketenagakerjaan, jumlah penduduk usia kerja mencapai 219,54 juta orang pada Februari 2026, meningkat 2,75 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat sebanyak 154,91 juta orang, naik 1,86 juta orang.

Adapun jumlah penduduk yang bekerja mencapai 147,67 juta orang atau bertambah 1,9 juta orang dibandingkan Februari 2025. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan jumlah pekerja penuh waktu yang mencapai 98,59 juta orang, naik 2,11 juta orang. Sementara pekerja paruh waktu juga meningkat menjadi 38,35 juta orang.

Namun demikian, proporsi pekerja formal justru mengalami penurunan. BPS mencatat, porsi pekerja formal turun menjadi 40,58% pada Februari 2026.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Ini Lima Sektor Penopang Ekonomi

Di sisi lain, proporsi pekerja penuh waktu meningkat menjadi 66,77%, sementara jumlah setengah pengangguran turun menjadi 10,73 juta orang atau berkurang 940.000 orang.

Amalia juga mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sedikit menurun menjadi 70,56% dari sebelumnya 70,60%. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki meningkat menjadi 84,57%, sedangkan TPAK perempuan turun menjadi 56,41%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pasar tenaga kerja mulai membaik dengan penurunan pengangguran dan peningkatan jumlah pekerja, tantangan masih tersisa pada kualitas pekerjaan, terutama dari sisi formalitas tenaga kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News