BPS Prediksi Luas Panen Jagung Kuartal I-2026 Tembus 860.000 Hektare



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan luas panen jagung pipilan nasional pada awal 2026 masih akan terjaga, seiring kondisi luas tanam yang relatif baik sepanjang tahun sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif bagi kesinambungan produksi jagung pada tahun depan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, potensi luas panen jagung pipilan pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 860.000 hektare. Angka tersebut meningkat 2,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Untuk potensi luas panen jagung pipilan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).


Baca Juga: Inflasi Diperkirakan Bertahan Di Level Tinggi hingga Maret 2026, Ini Penyebabnya

Proyeksi tersebut didukung oleh kinerja luas panen sepanjang 2025 yang tercatat meningkat secara signifikan. BPS mencatat, luas panen jagung pipilan selama Januari–Desember 2025 mencapai 2,71 juta hektare, naik 160.000 hektare atau 6,35% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Peningkatan luas panen itu turut menopang produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% (JPK KA 14%) sepanjang 2025 yang mencapai 16,16 juta ton. Produksi tersebut meningkat 1,02 juta ton atau 6,74% secara tahunan.

Meski secara bulanan produksi jagung pada Desember 2025 tercatat 1,04 juta ton, lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 1,08 juta ton, secara kumulatif produksi tahunan tetap menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini sejalan dengan kinerja luas panen jagung pipilan nasional selama 2025.

BPS mencatat luas panen jagung pipilan pada Desember 2025 mencapai 0,16 juta hektare, lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 0,15 juta hektare. Menurut Ateng, peningkatan ini mencerminkan kondisi luas tanam jagung yang relatif terjaga sepanjang tahun.

“Dengan demikian, total luas panen jagung pipilan sepanjang Januari sampai dengan Desember di tahun 2025 mencapai 2,71 juta hektare atau mengalami peningkatan sebesar 6,35 persen,” jelasnya.

BPS menilai, ketersediaan area tanaman jagung yang siap dan akan dipanen masih cukup memadai. Hal ini tercermin dari hasil pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) jagung yang menjadi dasar perhitungan proyeksi luas panen awal 2026.

Baca Juga: Polri Sebut Pemulangan Riza Chalid Membutuhkan Proses dan Waktu Panjang

Namun demikian, Ateng mengingatkan bahwa angka potensi luas panen tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi lapangan.

“Angka potensi ini dapat berubah tergantung dengan kondisi terkini dari hasil amatannya, misalnya pada saat ada serangan hama dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sejalan dengan proyeksi luas panen tersebut, BPS juga memperkirakan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% pada Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton. Angka ini meningkat 0,20 juta ton atau 4,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan sebesar 4,94 juta ton,” pungkas Ateng.

Selanjutnya: Tembus Rp 54,94 Triliun di 2025, OJK Dorong Pasar Obligasi Berkelanjutan di ASEAN+3

Menarik Dibaca: Memahami Strategi Transaksi Saham: Swing Trading untuk Investor Pemula

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News