BPS: Sektor Akomodasi dan Makan Minum Serap Tenaga Kerja Terbanyak



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan penambahan tenaga kerja terbesar pada periode Februari 2026 hingga Mei 2026. Sektor ini menyerap tambahan 195 ribu pekerja, tertinggi dibandingkan sektor usaha lainnya.

Berdasarkan data BPS, jumlah masyarakat yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang dari total angkatan kerja sebanyak 155,41 juta orang. Angka tersebut meningkat 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang terbesar dalam penambahan lapangan kerja selama periode tersebut.


“Lapangan usaha akomodasi dan makan minum mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja terbanyak yaitu sebesar 195 ribu orang,” tutur Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Tax Ratio Indonesia Naik ke 9,32% pada Semester I-2026

Selain sektor akomodasi dan makan minum, lapangan usaha transportasi dan penyimpanan mencatat penambahan tenaga kerja sebanyak 121 ribu orang. Sementara itu, aktivitas jasa lainnya bertambah 110 ribu orang.

BPS juga mencatat sektor pertanian menambah tenaga kerja sebanyak 106 ribu orang. Selanjutnya, sektor konstruksi bertambah 62 ribu orang, aktivitas profesional dan administratif meningkat 37 ribu orang, aktivitas real estat naik 35 ribu orang, administrasi pemerintahan bertambah 28 ribu orang, sektor pendidikan meningkat 21 ribu orang, pertambangan bertambah 20 ribu orang, aktivitas kesehatan dan aktivitas sosial naik 17 ribu orang, industri pengolahan bertambah 9 ribu orang, serta penyediaan listrik dan gas meningkat 7 ribu orang.

Di sisi lain, terdapat sejumlah lapangan usaha yang mengalami penurunan jumlah tenaga kerja. Penurunan terbesar terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran yang berkurang sekitar 128 ribu orang.

Baca Juga: BPS: Bali-Nusa Tenggara Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi pada Kuartal II 2026

Selain itu, jumlah tenaga kerja di sektor penyediaan air dan pengelolaan limbah turun sekitar 41 ribu orang. Aktivitas penerbitan dan telekomunikasi berkurang 38 ribu orang, sedangkan aktivitas keuangan dan asuransi mencatat penurunan sebanyak 25 ribu orang.

Dari sisi distribusi tenaga kerja, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia dengan porsi mencapai 28,75% dari total penduduk yang bekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80%, disusul industri pengolahan dengan kontribusi 13,53%.

Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum menyumbang 8,00% dari total tenaga kerja nasional. Adapun sektor konstruksi memiliki porsi 6,09%, sedangkan aktivitas jasa lainnya berkontribusi sebesar 5,20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News