KONTAN.CO.ID - Jakarta (8/9) Badan Pusat Statistik (BPS) menepis anggapan bahwa penentuan desil keluarga berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dilakukan untuk mengurangi jumlah penerima bantuan sosial atau membuat angka kemiskinan seolah menurun. BPS menegaskan bahwa desil dan tingkat kemiskinan merupakan dua konsep yang berbeda, baik dari sisi konsep, tujuan, maupun metode perhitungannya. Anggapan tersebut muncul di tengah keluhan sebagian masyarakat yang merasa mengalami kesulitan ekonomi, tetapi justru tercatat pada desil yang relatif tinggi. Kondisi ini menjadi sorotan terutama ketika perubahan desil berdampak pada akses keluarga terhadap sejumlah program bantuan sosial pemerintah. Sebagian masyarakat kemudian menduga penempatan keluarga pada desil yang lebih tinggi dilakukan agar kondisi mereka terlihat lebih sejahtera, sehingga jumlah penduduk miskin dapat dilaporkan menurun tanpa upaya pengentasan yang nyata.
BPS Tepis Tuduhan Manipulasi Desil untuk Turunkan Angka Kemiskinan
KONTAN.CO.ID - Jakarta (8/9) Badan Pusat Statistik (BPS) menepis anggapan bahwa penentuan desil keluarga berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dilakukan untuk mengurangi jumlah penerima bantuan sosial atau membuat angka kemiskinan seolah menurun. BPS menegaskan bahwa desil dan tingkat kemiskinan merupakan dua konsep yang berbeda, baik dari sisi konsep, tujuan, maupun metode perhitungannya. Anggapan tersebut muncul di tengah keluhan sebagian masyarakat yang merasa mengalami kesulitan ekonomi, tetapi justru tercatat pada desil yang relatif tinggi. Kondisi ini menjadi sorotan terutama ketika perubahan desil berdampak pada akses keluarga terhadap sejumlah program bantuan sosial pemerintah. Sebagian masyarakat kemudian menduga penempatan keluarga pada desil yang lebih tinggi dilakukan agar kondisi mereka terlihat lebih sejahtera, sehingga jumlah penduduk miskin dapat dilaporkan menurun tanpa upaya pengentasan yang nyata.
TAG: