BPS: Warga Miskin Lebih Banyak Habiskan Uang untuk Belanja Makanan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Porsi pengeluaran masyarakat berpendapatan rendah untuk kebutuhan makanan tercatat semakin besar pada 2026. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diunggah pada 5 Oktober 2026 menunjukkan, kelompok 20% penduduk dengan pengeluaran terendah (kuintil 1)mengalokasikan 64,60% dari total pengeluarannya untuk makanan pada Maret 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 64,31%. Artinya, porsi pengeluaran makanan kelompok kuintil 1 naik 0,29 poin persentase dalam setahun. 


Baca Juga: BPS Ungkap Pengeluaran Pajak dan Asuransi Warga Indonesia Naik 6,4%

Kenaikan juga terjadi pada kelompok pengeluaran lainnya. Pada kuintil 2, porsi pengeluaran untuk makanan meningkat dari 60,90% pada Maret 2025 menjadi 61,59% pada Maret 2026, atau naik 0,69 poin persentase.

Sementara itu, pada kuintil 3, porsi pengeluaran makanan naik dari 57,95% menjadi 58,60%. Pada kuintil 4, porsinya meningkat dari 54,28% menjadi 54,58%.

Adapun kelompok dengan pengeluaran tertinggi atau kuintil 5 mencatat porsi belanja makanan paling rendah, yakni 39,21% pada Maret 2026, sedikit meningkat dari 39,15% pada tahun sebelumnya. 

Dengan demikian, semakin rendah kelompok pengeluaran, semakin besar pula proporsi pengeluaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan. Pada 2026, selisih porsi belanja makanan antara kuintil 1 dan kuintil 5 mencapai 25,39 poin persentase.

Secara keseluruhan, rata-rata penduduk Indonesia mengalokasikan 49,80% dari pengeluarannya untuk makanan pada Maret 2026, naik dari 49,42% pada Maret 2025.

BPS menjelaskan bahwa kuintil pengeluaran merupakan pembagian penduduk menjadi lima kelompok yang masing-masing mencakup 20% populasi berdasarkan tingkat pengeluaran per kapita per bulan.

"Kuantil pengeluaran adalah pembagian populasi penduduk ke dalam lima kelompok (masing-masing 20%) berdasarkan tingkat pengeluaran per kapita sebulan, diurutkan dari terendah hingga tertinggi," tulis BPS.

Baca Juga: Pajak hingga Asuransi Makin Menguras Pengeluaran Warga Indonesia, Ini Datanya

Adapun, kuintil 1 merupakan 20% penduduk dengan pengeluaran terendah, sedangkan kuintil 5 merupakan 20% dengan pengeluaran tertinggi. 

"Semakin tinggi proporsi pengeluaran untuk makanan umumnya menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah menurut Hukum Engel dalam ekonomi," kata BPS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News