BREN Bidik Akuisisi Raksasa Panas Bumi di Filipina Senilai US$ 5 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup Barito kembali memperkuat strategi ekspansi melalui akuisisi. Kali ini, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dikabarkan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan panas bumi asal Filipina, Energy Development Corp (EDC), dengan nilai sekitar US$ 5 miliar. 

Jika terealisasi, transaksi ini berpotensi menjadi salah satu akuisisi energi terbarukan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip Bloomberg, BREN telah menyampaikan penawaran indikatif berdasarkan valuasi ekuitas sekitar US$ 5 miliar. 


Langkah ini melanjutkan strategi ekspansi Grup Barito setelah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengakuisisi sejumlah aset petrokimia dan energi di Singapura sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Baca Juga: Barito (BREN) Siapkan Mega Akuisisi Energi Terbarukan di Filipina US$ 5 Miliar

Hingga berita ini ditulis, manajemen BREN belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi. Namun, dalam keterbukaan informasi kepada Philippine Stock Exchange, First Gen Corp selaku pemegang saham pengendali EDC mengonfirmasi telah menerima penawaran dari BREN.

Meski demikian, First Gen menegaskan proses tersebut masih berada pada tahap awal. Penawaran yang diterima bersifat unsolicited, indicative, dan non-binding, sehingga belum ada kewajiban hukum bagi kedua belah pihak untuk melanjutkan transaksi.

"Hingga saat ini belum ada pembahasan antara para pihak, belum ada perjanjian yang ditandatangani, dan First Gen juga belum menunjuk penasihat terkait transaksi tersebut," ujar Sekretaris Perusahaan First Gen Rachel H. Hernandez, Rabu (15/7).

First Gen menambahkan, kelanjutan transaksi masih bergantung pada proses uji tuntas (due diligence), penyusunan dokumen, serta berbagai persetujuan yang diperlukan.

Baca Juga: Grup Barito Siapkan Aksi Akuisisi Jumbo

Meski belum mencapai tahap final, kabar tersebut langsung disambut positif pelaku pasar. Saham First Gen sempat melonjak hingga 33% di Bursa Manila sebelum ditutup naik 18%, sedangkan saham BREN sempat menguat sekitar 4% di Bursa Efek Indonesia.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai akuisisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pertumbuhan jangka panjang BREN. Menurutnya, langkah tersebut dapat mempercepat transformasi BREN dari perusahaan yang berfokus pada aset domestik menjadi pemain regional di bisnis panas bumi.

EDC sendiri merupakan salah satu perusahaan panas bumi terbesar di Filipina. Perusahaan ini mengelola kegiatan eksplorasi, pengembangan, hingga pembangkitan listrik melalui 13 pembangkit panas bumi terintegrasi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.189,34 megawatt (MW).

Namun, Nafan mengingatkan besarnya nilai transaksi juga menjadi perhatian utama investor. Nilai akuisisi sekitar US$ 5 miliar dinilai sangat besar dibandingkan ukuran neraca BREN sehingga pasar akan mencermati sumber pendanaan yang digunakan.

"Jika pendanaan didominasi utang bank, rasio utang terhadap ekuitas (DER) BREN berpotensi meningkat signifikan. Di tengah suku bunga yang masih tinggi, beban bunga dapat menekan margin laba dalam jangka pendek," ujarnya.

Rencana akuisisi ini memperpanjang daftar ekspansi anorganik Grup Barito. Sepanjang 2025, TPIA mengakuisisi kompleks Singapore Energy and Chemicals Park milik Shell yang kini beroperasi sebagai Aster Chemicals and Energy.

Memasuki 2026, TPIA juga mengambil alih jaringan ritel bahan bakar Esso milik Exxon Mobil, yang memperbesar aset dan kapasitas produksinya.

Baca Juga: Menakar Prospek Saham BREN Usai Diborong Prajogo Pangestu, Masih Layak Dibeli?

Sementara itu, analis KGI Sekuritas Rovandi menilai manfaat akuisisi BREN baru dapat diukur setelah terdapat kepastian mengenai valuasi, kualitas aset, struktur pendanaan, serta kemampuan perusahaan mengintegrasikan bisnis pasca-akuisisi.

Ia menyarankan investor menunggu pengumuman resmi sebelum mengambil keputusan investasi. 

Menurut Rovandi, perkembangan transaksi berpotensi memicu volatilitas harga saham BREN dalam jangka pendek. Di sisi lain, Nafan juga mengingatkan bahwa valuasi saham BREN saat ini sudah berada pada level yang relatif premium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News