Brexit, hadiah uang juara Wimbledon menyusut



LONDON. Imbas hengkangnya Inggris dari Uni Eropa menjalar ke mana-mana. Hasil referendum yang populer dengan sebutan Brexit itu juga berefek ke kejuaraan tenis bergengsi dunia, Grand Slam Wimbledon, di London.

Jatuhnya nilai tukar poundsterling pasca Brexit, telah menyusutkan nilai hadiah bagi juara Wimbledon. Padahal dalam poundsterling, hadiah uang untuk jawara kejuaraan tenis berumur 139 tahun ini naik 6,4% menjadi £ 2 juta. Ini rekor baru hadiah untuk kampiun Wimbledon.

Tahun lalu hadiah juara Wimbledon hanya £ 1,88 juta. Jika dikonversi ke dollar Amerika Serikat (AS), hadiah yang diterima Serena Williams, pemenang tunggal putri Wimbledon 2016, anjlok drastis.


Mengutip laporan Bloomberg, Ahad (10/7), petenis asal negeri Uwak Sam ini memperoleh uang US$ 2,59 juta, turun senilai US$ 380.000. Pada 23 Juni atau empat hari sebelum turnamen tenis yang berlangsung sejak 1877 itu dimulai, hadiah uang untuk sang juara, baik tunggal putra dan putri, masih bernilai US$ 2,97 juta.

Setelah mayoritas warga Inggris memilih Brexit sehari kemudian, 24 Juni, nilai poundsterling merosot 10%. Hari itu merupakan nilai tukar terendah mata uang negeri Ratu Elizabeth II terhadap dollar AS dalam 30 tahun terakhir.

Serena pun harus rela hadiah uang dari kemenangan di ganda putri Wimbledon 2016 bersama sang kakak Venus Williams berkurang. Sebagai pemenang, mereka berhak mengantongi £ 350.000. Tapi, dalam dollar AS, nilainya menciut US$ 67.000 menjadi tinggal US$ 453.000 saja.

Sementara untuk juara tunggal putra diperebutkan Andy Murray dan Milos Raonic. Sampai berita ini naik cetak, pertandingan final keduanya masih berlangsung.

Nilai hadiah uang yang merosot, mungkin bukan masalah besar bagi bintang tenis seperti Serena. Forbes mencatat, Serena adalah atlet perempuan dengan bayaran tertinggi di dunia. Ia bisa mendapat US$ 20 juta setahun.

Tapi, penurunan poundsterling menimbulkan efek besar untuk petenis ranking bawah. Penurunan ini memukul para pemain yang tampil di babak kualifikasi Wimbledon.

Mereka kehilangan US$ 1.800 hanya dalam semalam, setelah hujan menyebabkan pertandingan ditunda sehari, dari Kamis (23/6) jadi Jumat (24/6). Dan, Jumat (24/6), Inggris keluar dari Uni Eropa.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie