BRI ajari bankir Palestina microfinance



JAKARTAPT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengirim bankirnya ke Palestina pekan ini. Digandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, BRI akan berpartisipasi dalam program international training program on microfinance for Palestine hingga 19 April 2013 mendatang.

“Tadi malam (Rabu, 10 April 2013), Bankir BRI, Agus Rachmadi, Head of Microbanking International Cooperation BRI, sudah kami utus ke Palestina dan Insya Allah akan segera tiba,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali, Kamis (11/4).

“Bantu doa, sebab ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk membantu pemerintah yang aktif menggalang kerja sama kawasan dan kemanusiaan, utamanya buat warga Palestina,” ujar Ali.


Di sini, BRI akan berpartisipasi dalam workshop selama tiga hari di Palestina atau Yordania. Para peserta program ini yakni warga Palestina yang terdiri atas praktisi microfinance dan pejabat Palestina.

“Kami juga akan berbagi pengalaman bagaimana microfinance punya peran yang sangat besar dalam membangun perekonomian,” papar Ali.

Rencananya di Ramallah, BRI akan melatih sebanyak 24 pejabat dan praktisi microfinance Palestina hingga 19 April. Selanjutnya, akan dipilih enam orang yang akan dimagangkan di Jakarta untuk belajar microfinance.

Diminta Kemlu

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomatik Publik Kemenlu, Siti Nugraha Mauludiah mengatakan, BRI diminta ke Palestina sebab perusahaan ini telah berpengalaman mengembangkan sistem keuangan mikro.

“Maka kami ingin bekerja sama dengan BRI untuk program yang dimaksud,” ujar Mauludiah.

Kerja sama ini terkait dengan komitmen Indonesia dalam rangka New Asian-African Strategic Partnership (NAASP). “Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk memberikan bantuan capacity building seperti pelatihan, pemagangan dan workshop untuk 1.000 warga Palestina selama 2008-2013,” ujar Mauludiah.

Mengutip catatan Kemlu, hingga 2012, sebanyak 665 warga Palestina telah mendapat bantuan capacity building dari Indonesia. Selain di negaranya sendiri, warga Palestina juga di bawah ke Indonesia selama sembilan hari.

Ali menyambung, partisipasi BRI di pentas dunia bukanlah hal baru. Sebab sampai saat ini bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu kebanjiran warga asing dari berbagai negara yang ingin belajar microfinance.

“Saking banyaknya warga asing itu, kami buat bagian khusus di Divisi Bisnis Mikro untuk menangani mereka,” papar Ali.

Sekadar diketahui juga bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan BRI sebagai laboratorium microfinance dunia. Hal ini tak lepas dari keberhasilan bank microfinance pemerintah ini dalam mengembang misi pembangunan (social) dan komersial. Selain sukses  meneruskan berbagai program pembangunan pemerintah hingga ke pelosok desa, BRI juga mampu menjadi bank paling profitable nasional sejak 2005.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: