BRI Andalkan Transformasi BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai strategi memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut, transformasi tersebut menjadi kerangka utama pihaknya untuk meningkatkan daya saing, memperkuat kinerja yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai tambah bagi negara, masyarakat, dan pemegang saham. 

Ia bilang langkah itu juga sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia sebagai pemegang saham BUMN.


"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan," ujar Hery dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Sinergi KUB Perkuat Kinerja, Konsolidasi Bank Jatim Tumbuh Positif Semester I 2026

Ia menjelaskan, transformasi tersebut bertumpu pada dua pilar utama. Pertama, memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA) dan kapabilitas transaction banking. Kedua, memperkuat bisnis inti kredit mikro sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru dari consumer banking.

Implementasi strategi tersebut mulai tercermin pada kinerja perusahaan. Hingga kuartal I-2026, aset BRI Group mencapai Rp 2.250 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan. 

Kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% menjadi Rp 1.562 triliun, sedangkan laba bersih konsolidasian mencapai Rp 15,5 triliun.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,4% secara tahunan menjadi Rp 1.555,1 triliun. Peningkatan dana murah turut mendorong penurunan cost of fund dari 2,98% pada kuartal I-2025 menjadi 2,33% pada kuartal I-2026.

BRI juga melanjutkan perannya dalam mendukung program pemerintah. Hingga akhir Juni 2026, bank telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku UMKM. 

Penyaluran tersebut, lanjut Hery, didominasi sektor produktif, terutama pertanian yang mencakup 42,68% dari total debitur KUR, disusul sektor perdagangan sebesar 32,34%.

Baca Juga: OJK Menunda Rencana Penyesuaian Tarif Premi Asuransi Kendaraan Bermotor dan Properti

Selain itu, hingga Juni 2026 BRI telah menyalurkan KPR Subsidi senilai Rp 18,39 triliun kepada lebih dari 134.000 debitur. Sebagian besar pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Adapun pada program Kredit Program Perumahan (KPP), realisasi penyaluran hingga 19 Juli 2026 mencapai Rp 10,7 triliun atau sekitar 89% dari target tahun ini sebesar Rp 12 triliun.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan transformasi di lingkungan BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan perusahaan.

Menurut Dony, keberhasilan transformasi harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia dan kepemimpinan yang mampu menjaga kesinambungan perusahaan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," kata Dony.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: