KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (
BBRI) atau BRI menegaskan komitmennya memperkuat transformasi bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional di bawah supervisi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Salah satu wujudnya, BRI membagikan dividen tunai sebesar Rp 52,1 triliun dari laba tahun buku 2025. Nilai tersebut menjadi dividen terbesar sepanjang sejarah perseroan.
Baca Juga: MUF Optimistis Laba Tetap Terjaga hingga Akhir 2026, Ini Strateginya Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Dividen yang dibagikan setara Rp346 per saham, berasal dari laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp56,65 triliun. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, kehadiran Danantara menjadi momentum bagi perseroan untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran BRI dalam mendukung program-program strategis pemerintah. "BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung program strategis nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026). Hery menegaskan, keberhasilan BRI tidak hanya diukur dari pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga: Kredit Melonjak 59%, Superbank Tambah Layanan Pinjaman di Aplikasi OVO Laba dan kredit tumbuh dua digit Kinerja BRI tetap menunjukkan pertumbuhan positif pada awal 2026. Hingga kuartal I-2026, perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7% secara tahunan (
year on year/YoY). Di sisi intermediasi, penyaluran kredit meningkat 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,4% YoY menjadi Rp1.555 triliun. BRI juga berhasil memperbaiki struktur pendanaan. Hingga Maret 2026, dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai Rp1.058,6 triliun, naik 13,2% YoY. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA menjadi 68,07% serta menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF) menjadi 2,3%, dibandingkan 3% pada periode yang sama tahun lalu. Menurut perseroan, penguatan CASA didorong meningkatnya transaksi melalui berbagai kanal digital, seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.
Baca Juga: Bank Muamalat Andalkan Pembiayaan Emas dan UMKM pada Semester II-2026 Percepat transformasi Di sisi transformasi, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan bisnis inti, digitalisasi, peningkatan produktivitas, efisiensi, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Transformasi tersebut juga diperkuat melalui peluncuran identitas korporasi baru pada akhir 2025 dengan mengusung slogan "Satu Bank untuk Semua". Perkuat pembiayaan UMKM dan sektor produktif BRI juga terus memperkuat perannya dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87% dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun. Sebanyak 67,18% dari total penyaluran tersebut disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun.
Baca Juga: Pegadaian Kelola Ekosistem Emas 153,72 Ton, Perkuat Bisnis Bullion Di sektor perumahan, hingga akhir Mei 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) sebesar Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Perseroan bahkan menaikkan target penyaluran KPP tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Selain itu, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43.000 klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.
Sementara itu, kontribusi anak usaha terhadap kinerja grup juga terus meningkat. Hingga kuartal I-2026, entitas anak BRI membukukan laba Rp3,89 triliun, setara 25,1% dari total laba bersih konsolidasian perseroan. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menilai, kinerja positif bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi modal penting untuk memperbesar pembiayaan ke sektor-sektor produktif. "Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk manufaktur, hilirisasi, infrastruktur, UMKM, serta sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja," ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News