KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tetap terjaga pasca periode Lebaran 2026. Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan mengatakan, momentum Lebaran umumnya diikuti dengan meningkatnya aktivitas ekonomi yang turut mendukung kemampuan pembayaran nasabah. Karena itu, BRI Finance memandang risiko kenaikan NPF masih dapat dikelola sesuai dengan batasan risiko yang telah ditetapkan. “Secara umum, perusahaan memproyeksikan rasio NPF pasca periode Lebaran 2026 masih berada dalam level yang terjaga dan sesuai dengan risk appetite perusahaan,” ujar Wahyudi kepada Kontan, Selasa (10/2/2025).
BRI Finance Proyeksikan NPF Tetap Terjaga Pasca Lebaran 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tetap terjaga pasca periode Lebaran 2026. Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan mengatakan, momentum Lebaran umumnya diikuti dengan meningkatnya aktivitas ekonomi yang turut mendukung kemampuan pembayaran nasabah. Karena itu, BRI Finance memandang risiko kenaikan NPF masih dapat dikelola sesuai dengan batasan risiko yang telah ditetapkan. “Secara umum, perusahaan memproyeksikan rasio NPF pasca periode Lebaran 2026 masih berada dalam level yang terjaga dan sesuai dengan risk appetite perusahaan,” ujar Wahyudi kepada Kontan, Selasa (10/2/2025).
TAG: