BRI Finance Sebut Insentif Pajak EV Bisa Dongkrak Pembiayaan Kendaraan Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyambut positif kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang resmi tidak mengenakan pajak terhadap kendaraan listrik.

Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi katalis pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik sekaligus memperbesar porsi green financing perusahaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, insentif pajak kendaraan listrik menjadi peluang besar bagi industri multifinance untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).


“Hal ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan yang sejalan dengan mandat OJK untuk memperbesar porsi green financing,” ujar Aditia kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Bank Aladin Syariah akan Gelar RUPST 4 Juni 2026, Ini Agendanya

Menurut dia, dalam jangka menengah hingga panjang terdapat indikasi pergeseran perilaku konsumen yang dipengaruhi faktor sustainability, regulasi pemerintah pusat dan daerah, hingga perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Meskipun saat ini penjualan kendaraan EV masih belum dominan, arah perubahannya cenderung bertahap dan berkelanjutan," lanjutnya.

Untuk menangkap peluang tersebut, BRI Finance menyiapkan sejumlah strategi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Salah satunya melalui penguatan kerja sama dengan mitra dealer dan pelaku industri otomotif.

Selain itu, perusahaan juga memperluas kanal pemasaran guna menjangkau segmen konsumen potensial, sembari terus memantau perkembangan pasar dan preferensi konsumen, khususnya di Jakarta.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit Valas

“Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap dapat menjaga pertumbuhan pembiayaan yang sehat sekaligus mempertahankan kualitas portofolio,” katanya.

Adapun hingga Maret 2026, BRI Finance mencatat porsi pembiayaan kendaraan listrik tumbuh sekitar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, secara komposisi portofolio, pembiayaan mobil baru konvensional masih menjadi penopang utama penyaluran pembiayaan perusahaan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance mencapai Rp 22,5 triliun per Maret 2026. Angka tersebut tumbuh 35,27% secara tahunan (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News