BRI incar penyaluran KUR ke industri pariwisata



MAKASSAR. Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berupaya menggali potensi daerah sebagai target program penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang bergulir lagi sejak 18 Agustus 2015. Sejumlah daerah di wilayah Tengah dan Timur Indonesia, kini menjadi sasaran bank spesialis kredit mikro tersebut.

Menurut Asmawi Syam, Direktur Utama BRI, sejumlah daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi penyaluran KUR yang tak kalah besar. Penopangnya adalah pertumbuhan industri pariwisata di wilayah tersebut.

Asmawi mengatakan, salah satu hal penting dalam penyaluran KUR adalah menggulirkan kredit bagi penguatan industri yang menyerap banyak tenaga kerja. Nah, industri pariwisata di Indonesia merupakan sektor yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.


"Bagaimana kita bisa mengembangkan industri yang memiliki daya saing dengan negara tetangga," tutur Asmawi di Makassar, pekan lalu (25/11).

Saat ini, kata Asmawi, penyaluran KUR BRI bisa dikatakan hampir merata di seluruh daerah. Tak terkecuali kawasan Indonesia bagian Tengah seperti Sulawesi Selatan. Di wilayah tersebut, BRI mampu menjaring 100.000 nasabah penerima KUR. Jumlah ini mencapai 16,67% dari total penerima program KUR BRI di seluruh Indonesia yang hingga kini mencapai 600.000 nasabah.

Asmawi mengatakan, sampai akhir tahun 2015, BRI membidik total 850.000 debitur kredit kecil ini. Sementara dari porsi penyaluran KUR senilai Rp 21,4 triliun di tahun ini, BRI memperkirakan realisasinya akan sekitar Rp 12,5 triliun hingga Rp 13 triliun.

Hingga pekan lalu, total penyaluran KUR BRI sudah menembus

Rp 10 triliun. Penyaluran KUR BRI mayoritas mengalir ke sektor perdagangan terutama komoditas pertanian, perikanan dan hasil pengolahannya dengan porsi sebanyak 69%.

Sementara, aliran KUR ke sektor pertanian tercatat sebesar 21% dari total KUR BRI, perikanan dan industri pengolahan sebesar 10%. Rata-rata satu nasabah BRI menggaet pinjaman KUR senilai Rp 15 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri