BRI luncurkan QR Pedagang, berikut kemudahan yang diterima UMKM



KONTAN.CO.ID - ​JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merilis fitur QR Pedagang melalui aplikasi mobile banking, BRImo. Terlebih masyarakat mulai terbiasa menggunakan QR Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu metode pembayaran.

Saat ini, telah banyak QRIS Merchant Present Mode (MPM) dan Customer Present Mode (CPM) dari issuer yang bisa dimanfaatkan oleh customer untuk melakukan scan QRIS yang tersedia di pedagang atau pelaku usaha UMKM.

Fitur teranyar ini merupakan QRIS CPM as Acquirer yang terdapat di dalam aplikasi BRImo. Dengan fitur ini, pedagang bisa memiliki aplikasi One Stop Service hanya dengan melakukan scan pada QR yang ditampilkan oleh customer.


Baca Juga: Bakal ada QRIS lintas negara, merchant BRI bisa terima pembayaran dari Alipay

Fitur tersebut mampu mempermudah pedagang serta customer dalam bertransaksi non-tunai, terutama akan lebih menguntungkan bagi sisi pedagang karena fitur ini mampu meminimalisir resiko kesalahan input nominal.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto bilang QR Pedangan ini perdana hadir di Indonesia. Fitur ini berbeda dengan QRIS yang ditanamkan di aplikasi-aplikasi mobile banking yang ada di perbankan selama ini.

“Kalau selama ini mobile banking yang lain hanya dapat digunakan nasabah atau pelanggan untuk melakukan fitur pembayaran. Saat ini pedagang dengan adanya fitur BRImo Pedagang dapat menjadi solusi untuk menerima pembayaran transaksi dari penerbit kartu bank lain atau finetch,” ujarnya secara virtual pada Selasa (24/8).

Ia bilang manfaat QRIS Pedagang ini mampu mencatat transaksi secara real time ke rekening, sehingga mudah dimonitor. Kemudian dapat menerima QRIS dimana saja melalui handphone tanpa menggunakan alat tambahan seperti EDC atau yang lain.

“Tentu yang mengisi angka adalah pedagang sendiri, maka akan meminimalisir salah input nominal transaksi oleh pembeli. Kemudian juga secara data, ini bisa dimanfaatkan untuk membangun kredit profile daripada pedagang, sehingga akan dapat kemudahan apabila nanti digunakan atau pada saatnya pedagang butuh dana tambahan dalam bentuk pinjaman,” jelasnya.

Ia bilang fitur ini memungkinkan untuk menghindari kesulitan dalam menyediakan uang kembalian. Juga bisa menghindari uang palsu, uang receh kurang, atau ganti permen.

Editor: Yudho Winarto