BRI Menargetkan Pertumbuhan Kredit Hingga 11% di 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menutup tahun 2021 dengan gemilang. Di tengah kondisi pemulihan ekonomi, bank dengan kode saham BBRI ini optimistis kinerja tahun 2022 bisa lebih baik. 

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 9%-11% pada 2022. Proyeksi tersebut meningkat dari realisasi kredit 2021 sebesar Rp 943,70 triliun (bank only) pada 2021. 

"Ini adalah cermin bahwa, kami optimis dan kami proyeksikan dalam suatu angka-angka yang optimis pula," kata Sunarso, dalam paparan kinerja BRI 2021, Kamis (3/2).


Baca Juga: Laba BRI Menembus Rp 32,22 Triliun di Tahun 2021

Selain kredit, BRI menargetkan margin bunga bersih (NIM) sebesar 7,6%-7,8%, biaya kredit (CoC) sebesar 2,8%-3% dan rasio kredit bermasalah (NPL) dijaga di level 2,8%-3% pada tahun ini. 

Pada 2021, penyaluran kredit Bank BRI (bank only) mencapai Rp 943,70 triliun, naik 7,16% dari realisasi 2020 sebesar Rp 880,68 triliun. Seluruh segmen kredit BRI tumbuh positif sehingga mendorong permintaan kredit. 

Jika dirinci, kredit segmen mikro tumbuh 12,98% yoy dan menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit BRI. Disusul segmen konsumer tumbuh 3,97% yoy, segmen kecil dan menengah tumbuh 3,55% dan segmen korporasi tumbuh 2,37%. 

Baca Juga: Lagi-Lagi, BUMN Bikin Kualitas Kredit Jeblok

Sementara total kredit secara konsolidasi BRI Group mencapai Rp 1.042,87 triliun. Segmen mikro mendominasi penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 483,89 triliun, segmen kecil dan menengah sebesar Rp 240,35 triliun, segmen korporasi Rp 168,27 triliun dan segmen konsumer Rp 150,35 triliun.

Menurut Sunarso, angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu, dan BRI akan terus meningkatkan proporsi kredit UMKM hingga mencapai 85% pada 2024. Hingga saat ini, porsi kredit UMKM masih sebesar 83,86%. 

"Akan terus ditingkatkan untuk porsi UMKM, yang pada akhirnya kita ingin di 2024 porsi UMKM 85% dari total portofolio kredit BRI. Suatu angka, yang sangat membanggakan," terang Sunarso. 

Baca Juga: Penghuni Indeks High Dividend 20 Dikocok Ulang, Begini Rekomendasi Saham dari Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati