KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperbesar porsi dana murah atau current account saving account (CASA) dengan mendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah. Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan layanan digital sekaligus optimalisasi jaringan fisik BRI. Penguatan CASA menjadi bagian dari upaya BRI membangun sumber pendanaan yang lebih berkelanjutan. Perseroan juga menargetkan peningkatan frekuensi transaksi agar BRI semakin berperan sebagai primary transaction bank bagi nasabah. Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, penguatan funding process, khususnya CASA, menjadi salah satu fokus utama transformasi BRI.
"Strategi kami memperbesar CASA dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah," ujar Aquarius dalam pemaparan kinerja BRI, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Dorong Bisnis Berkelanjutan, BCA Perkuat Relasi dengan Nasabah Salah satu kanal utama yang menopang pertumbuhan transaksi BRI adalah aplikasi BRImo. Hingga semester I-2026, jumlah active users BRImo mencapai 2,4 juta. Adapun total transaksi finansial tercatat sebanyak 3,3 miliar transaksi dengan volume mencapai Rp4.166 triliun. Selain BRImo, BRI terus memperkuat ekosistem pembayaran melalui BRI Merchant. Layanan tersebut dikembangkan dengan menyederhanakan proses onboarding, mengintegrasikan acceptance dan settlement, serta menyediakan business analytics bagi merchant. Pengembangan tersebut mendorong sales volume per merchant tumbuh 17,8% secara tahunan (year on year/yoy). Frekuensi transaksi juga meningkat 20,5% yoy, sedangkan jumlah merchant produktif tumbuh 20,1% yoy. "Fokus kami bukan hanya menambah merchant, tetapi memastikan bahwa merchant tersebut aktif bertransaksi dan semakin terkoneksi dengan ekosistem BRI," kata Aquarius. Penguatan ekosistem transaksi BRI juga terlihat dari pertumbuhan transaksi QRIS. Sales volume per toko meningkat 53,8% yoy, dari sekitar Rp8,7 juta menjadi Rp13,4 juta per bulan. Pada saat yang sama, transaksi QRIS tumbuh 86% yoy menjadi sekitar Rp583,4 miliar. Aquarius menilai peningkatan aktivitas transaksi tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi BRI dalam mengelola transaksi harian masyarakat dan pelaku usaha, termasuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peningkatan aktivitas transaksi tersebut selanjutnya dikonversi BRI menjadi pertumbuhan dana murah sekaligus pendapatan berbasis komisi. Salah satu contohnya terlihat pada jaringan Agen BRILink. CASA melalui Agen BRILink meningkat 28,6% menjadi Rp30,7 triliun. Sementara itu, fee income dari jaringan tersebut tumbuh 16,3% menjadi sekitar Rp915,7 miliar.
Baca Juga: BRI Pertahankan UMKM Jadi Core Business, Penyaluran Rp 1.235 Triliun di Semester I "Digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi, tetapi perpaduan transaksi dan relationship menjadi CASA. Dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih sustainable bagi BRI," jelas Aquarius. Semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berlangsung dalam ekosistem BRI dinilai dapat memperkuat kemampuan perseroan dalam menghimpun dana murah secara organik. Ke depan, BRI akan terus mengintegrasikan BRImo, merchant, BRILink, agen, payroll, dan transaction banking. Integrasi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi BRI sebagai primary transaction bank bagi seluruh segmen nasabah.
Perkuat Layanan BRI di Luar Negeri
Strategi BRI tidak hanya diarahkan pada peningkatan transaksi domestik. Perseroan juga memperluas kapabilitas digital untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. Salah satu langkah terbaru adalah peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026. Layanan tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat Indonesia di Taiwan melakukan berbagai aktivitas finansial melalui kanal digital.
Baca Juga: Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun pada Semester I-2026, Ini Pendorongnya Aquarius mengatakan, respons awal terhadap BRImo Taiwan cukup positif. Sejak diperkenalkan melalui soft launching pada 22 Maret 2026, registrasi BRImo Taiwan telah mencapai lebih dari 1.460 pengguna. Melalui layanan tersebut, nasabah dapat mengakses mobile banking selama 24 jam, melakukan pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran QR, pembayaran kode billing Modul Penerimaan Negara (MPN), pengecekan mutasi rekening, hingga konversi valuta asing dari dolar AS ke dolar Taiwan (NTD). "Kehadiran layanan ini kami harapkan memberikan kemudahan transaksi dan semakin mendekatkan layanan BRI kepada masyarakat Indonesia di Taiwan," ujar Aquarius. Ekspansi layanan digital tersebut turut didukung jaringan internasional BRI yang mencakup unit kerja di sejumlah pusat ekonomi dan keuangan strategis, seperti Singapura, New York, Timor-Leste, Cayman Islands, dan Hong Kong.
Selain itu, BRI memiliki representative officer di Malaysia, Brunei, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Menurut Aquarius, jaringan internasional tersebut tidak hanya berfungsi sebagai representasi BRI di luar negeri. Jaringan itu juga menjadi international gateway yang menghubungkan kebutuhan nasabah Indonesia dengan pasar global. "Termasuk menangkap peluang bisnis dan transaksi lintas negara, termasuk melayani kebutuhan transaksi keuangan para pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News