JAKARTA. Persaingan ketat sepertinya bakal terjadi di industri perbankan syariah. Selain bertambahnya jumlah pemain, pelaku yang sudah ada pun memasang target penyaluran kredit yang cukup tinggi. Di tahun kedua operasionalnya, BRI Syariah memasang target sangat tinggi. Anak usaha Bank Rakyat Indonesia ini memasang target pertumbuhan pembiayaan Kredit Kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 300%. Tahun lalu, BRI Syariah menyalurkan pembiayaan KPR sebesar Rp 170 miliar.Direktur Bisnis BRI syariah Ari Poerwandono mengatakan, kenaikan target pembiayaan KPR tersebut karena permintaan pembiayaan rumah di Indonesia masih tinggi. "Pertumbuhaan masyarakat Indonesia tak sejalan dengan rumah yang tersedia saat ini karena itu banyak yang masih membutuhkan KPR," ujarnya, Senin (22/2).Untuk mencapai target tersebut BRI, akan menggandeng developer dan Real Estate Indonesia (REI). Jumat lalu (19/2), BRI Syariah menandatangani nota kesepahaman atawa MoU dengan REI Sumatra Selatan (Sumsel). Untuk daerah Sumsel, bank hasil konversi Bank Harfa ini memberikan komitmen pembiayaan sebesar Rp 70 miliar selama setahun.Dalam kerjasama ini BRI akan membiayai KPR umum dan KPR Subsidi Menteri Perumahan Rakyat (Menpera).Ari bilang, sebelumnya BRI Syariah sudah melakukan kerjasama dengan beberapa REI, diantaranya REI Surabaya, Bandung, Jakarta, Tanjung Karang dan Makasar. "Bekerjasama dengan REI lebih efektif karena mereka menaungi beberapa developer sehingga kita tidak perlu mendatangi satu per satu developer untuk membuat kerjasama," tambahnya.Namun, sayang Ari tak menyebutkan berapa komitmen pembiayaan KPR untuk masing-masing REi tersebut. "Yang pasti, makin luas daerahnya maka komitmen pembiayaan KPR-nya semakin tinggi," terangnya.Sekedar catatan, tahun ini BRI Syariah menargetkan pembiayaan senilai Rp 5,5 triliun. Angka ini melonjak dua kali lipat dari nilaipembiayaan tahun 2009 yang sebesar Rp 2,75 triliun.
BRI Syariah Incar Pertumbuhan KPR 300%
JAKARTA. Persaingan ketat sepertinya bakal terjadi di industri perbankan syariah. Selain bertambahnya jumlah pemain, pelaku yang sudah ada pun memasang target penyaluran kredit yang cukup tinggi. Di tahun kedua operasionalnya, BRI Syariah memasang target sangat tinggi. Anak usaha Bank Rakyat Indonesia ini memasang target pertumbuhan pembiayaan Kredit Kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 300%. Tahun lalu, BRI Syariah menyalurkan pembiayaan KPR sebesar Rp 170 miliar.Direktur Bisnis BRI syariah Ari Poerwandono mengatakan, kenaikan target pembiayaan KPR tersebut karena permintaan pembiayaan rumah di Indonesia masih tinggi. "Pertumbuhaan masyarakat Indonesia tak sejalan dengan rumah yang tersedia saat ini karena itu banyak yang masih membutuhkan KPR," ujarnya, Senin (22/2).Untuk mencapai target tersebut BRI, akan menggandeng developer dan Real Estate Indonesia (REI). Jumat lalu (19/2), BRI Syariah menandatangani nota kesepahaman atawa MoU dengan REI Sumatra Selatan (Sumsel). Untuk daerah Sumsel, bank hasil konversi Bank Harfa ini memberikan komitmen pembiayaan sebesar Rp 70 miliar selama setahun.Dalam kerjasama ini BRI akan membiayai KPR umum dan KPR Subsidi Menteri Perumahan Rakyat (Menpera).Ari bilang, sebelumnya BRI Syariah sudah melakukan kerjasama dengan beberapa REI, diantaranya REI Surabaya, Bandung, Jakarta, Tanjung Karang dan Makasar. "Bekerjasama dengan REI lebih efektif karena mereka menaungi beberapa developer sehingga kita tidak perlu mendatangi satu per satu developer untuk membuat kerjasama," tambahnya.Namun, sayang Ari tak menyebutkan berapa komitmen pembiayaan KPR untuk masing-masing REi tersebut. "Yang pasti, makin luas daerahnya maka komitmen pembiayaan KPR-nya semakin tinggi," terangnya.Sekedar catatan, tahun ini BRI Syariah menargetkan pembiayaan senilai Rp 5,5 triliun. Angka ini melonjak dua kali lipat dari nilaipembiayaan tahun 2009 yang sebesar Rp 2,75 triliun.