BRIN Siapkan Komersialisasi Sejumlah Produk Riset pada Desember 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengomersialkan sejumlah produk hasil riset dan inovasi pada Desember 2026. Produk-produk tersebut akan diperkenalkan dalam agenda Innovation Summit yang disiapkan BRIN.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, sejumlah inovasi yang dikembangkan BRIN saat ini telah siap untuk dimanfaatkan lebih luas, termasuk untuk mendukung penguatan industri tekstil dan alas kaki nasional.

“Insya Allah bulan Desember ya, karena kita kan ada Innovation Summit, sejumlah produk-produk BRIN akan kita komersialkan,” ujar Arif kepada awak media, Selasa (22/9/2026).


Baca Juga: DPR Sebut Keberhasilan Program Lisdes Bukan Jumlah Rumah Menyala, Ini Penjelasannya

Meski demikian, ia tidak menjelaskan rincian produk yang akan dikomersilkan tersebut. akan tetapi, salah satu inovasi yang disiapkan adalah produk sepatu yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sepatu tersebut dirancang dengan karakteristik murah, awet, mudah dirawat, serta nyaman digunakan.

Arif mengatakan, pengembangan produk tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar riset dan inovasi dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Selain sepatu, BRIN juga mengembangkan berbagai inovasi di sektor tekstil. Salah satunya mesin yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk memproduksi kain berbahan limbah daun nanas.

BRIN juga mengembangkan material tekstil dengan berbagai fungsi, seperti material yang memiliki sifat antibakteri dan anti-UV, serta teknologi pengolahan limbah tekstil.

Menurut Arif, tantangan berikutnya adalah memperbanyak mesin-mesin hasil riset tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh semakin banyak UMKM di Indonesia.

“Yang paling penting kan bagaimana perbanyakan mesin-mesin itu supaya bisa dimanfaatkan oleh semakin banyak UMKM yang ada di Indonesia,” katanya.

Selain itu, BRIN mengembangkan bahan malam untuk batik yang memanfaatkan limbah sawit sebagai bahan baku. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuat proses produksi batik lebih organik dengan memanfaatkan limbah dari industri sawit.

Baca Juga: Realisasi Belanja Modal Daerah Baru 27%, Multiplier Effect Ekonomi Terancam Melemah

BRIN juga mengembangkan smart insole, yakni sol sepatu yang dilengkapi teknologi untuk memantau proses rehabilitasi penderita stroke. Teknologi tersebut juga dikembangkan untuk membantu meningkatkan keselamatan penerjun payung dengan memantau posisi kaki saat melakukan pendaratan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News