KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (
BRMS) menargetkan produksi emas tahun 2026 meningkat signifikan menjadi sekitar 80.000 ounce (oz), naik dari perkiraan produksi 2025 yang diperkirakan mencapai 69.000–71.000 oz. Direktur sekaligus Chief Investor Relations Officer BRMS, Herwin Wahyu Hidayat, mengatakan pencapaian produksi tahun 2024 mencapai 64.000 oz.
“Angka produksi 2025 masih dalam proses konsolidasi, namun kami optimistis terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Bumi Resources Minerals (BRMS) Genjot Kapasitas Pabrik Emas Poboya hingga 6.000 Ton Untuk mendorong pertumbuhan produksi, BRMS akan fokus pada tiga proyek utama pada 2026–2027. Pertama, perusahaan menargetkan penyelesaian konstruksi tambang bawah tanah di Blok 1 Poboya, Palu, yang diharapkan mulai beroperasi pada semester II 2027. Tambang ini memiliki kadar emas tinggi mencapai 4,9 gram per ton (g/t), sehingga mampu meningkatkan produksi emas di paruh kedua 2027.
Kedua, BRMS akan meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas CIL pertama di Poboya dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari pada kuartal IV 2026. Herwin menuturkan, langkah ini akan menambah volume produksi emas secara signifikan sepanjang 2026.
Ketiga, perusahaan berencana melakukan pemboran eksplorasi skala besar di tiga lokasi di Gorontalo—Cabang Kiri East, Cabang Kiri North, dan Cabang Kiri South. Hasil pemboran diharapkan menghasilkan cadangan dan sumber daya mineral tembaga yang akan diumumkan pada semester I 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News