BRMS Genjot Produksi Emas, Kapasitas Pabrik Ditargetkan Naik Empat Kali Lipat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menggenjot produksi emas melalui optimalisasi tambang terbuka, pengembangan tambang bawah tanah, serta peningkatan kapasitas pabrik pengolahan.

Perusahaan menargetkan produksi emas terus meningkat pada 2027 dan 2028.

Berdasarkan keterangan resmi, Selasa (20/10/2026), BRMS telah menyelesaikan kegiatan pushback atau pengupasan lapisan batuan penutup di tambang emas terbuka Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, pada Juli 2026.


Baca Juga: Bos DCII Toto Sugiri Ungkap Kebutuhan Data Center RI Bisa Naik 4 Kali Lipat Karena AI

Setelah pekerjaan tersebut rampung, BRMS mulai menambang bijih emas dengan kadar lebih dari 1,5 gram per ton pada semester II 2026.

Perusahaan berharap peningkatan kadar bijih yang ditambang dapat mendorong kenaikan produksi emas pada paruh kedua tahun ini.

Selain mengoptimalkan tambang terbuka, BRMS melanjutkan pembangunan tambang emas bawah tanah di Palu.

Perusahaan berharap dapat mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih dari 3,2 gram per ton dari tambang bawah tanah tersebut pada pertengahan 2027.

 
BRMS Chart by TradingView

BRMS juga menargetkan peningkatan kapasitas salah satu pabrik pengolahan emas dari 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton bijih per hari.

Dengan demikian, kapasitas pengolahan pabrik tersebut ditargetkan meningkat empat kali lipat dan mulai beroperasi pada kapasitas baru pada awal 2027.

Baca Juga: Penerbitan Surat Utang Terkait AI Naik Dua Kali Lipat, Bisa Capai US$ 570 Miliar

Kombinasi peningkatan kadar bijih dari tambang terbuka, pengembangan tambang bawah tanah, serta ekspansi kapasitas pengolahan diharapkan mendukung pertumbuhan produksi emas BRMS dalam beberapa tahun mendatang.

Perusahaan memperkirakan produksi emas akan terus meningkat sepanjang 2027 dan 2028 seiring dengan berjalannya sejumlah proyek tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News