JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) segera beraksi setelah pemerintah mengizinkan penambangan bawah tanah di kawasan hutan lindung. Kamis pekan lalu (19/5), mereka mengajukan permohonan mendapatkan izin pinjam pakai untuk memulai penambangan di Proyek Dairi. PT Dairi Prima Minerals, anak usaha yang 80% sahamnya dikempit BRMS, memiliki konsesi penambangan seng di salah satu kawasan hutan lindung di Sumatra Utara. "Peraturan presiden yang sudah ditunggu-tunggu itu merupakan berita sangat baik untuk konsesi seng kami," kata Kenneth Farrell, Presiden Direktur BRMS, dalam siaran persnya, kemarin (23/5). Dia menilai, kebijakan yang baru ini akan membuat pemilik konsesi tambang leluasa memproduksi cadangan tambangnya dalam waktu dekat. Kenneth pun menargetkan, Dairi mulai berproduksi di awal tahun 2013, jika izin tersebut sudah disetujui pemerintah. Izin itu mencakup kegiatan eksplorasi emas dan mineral di hutan lindung.
BRMS segera mulai penambangan Dairi
JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) segera beraksi setelah pemerintah mengizinkan penambangan bawah tanah di kawasan hutan lindung. Kamis pekan lalu (19/5), mereka mengajukan permohonan mendapatkan izin pinjam pakai untuk memulai penambangan di Proyek Dairi. PT Dairi Prima Minerals, anak usaha yang 80% sahamnya dikempit BRMS, memiliki konsesi penambangan seng di salah satu kawasan hutan lindung di Sumatra Utara. "Peraturan presiden yang sudah ditunggu-tunggu itu merupakan berita sangat baik untuk konsesi seng kami," kata Kenneth Farrell, Presiden Direktur BRMS, dalam siaran persnya, kemarin (23/5). Dia menilai, kebijakan yang baru ini akan membuat pemilik konsesi tambang leluasa memproduksi cadangan tambangnya dalam waktu dekat. Kenneth pun menargetkan, Dairi mulai berproduksi di awal tahun 2013, jika izin tersebut sudah disetujui pemerintah. Izin itu mencakup kegiatan eksplorasi emas dan mineral di hutan lindung.