Broker Global Terbelah Soal Arah Suku Bunga The Fed, Ada yang Prediksi Naik



KONTAN.CO.ID - Sejumlah broker global mulai berbeda pandangan mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) hingga akhir 2026.

Volatilitas harga minyak dan minimnya panduan dari bank sentral AS membuat proyeksi suku bunga semakin beragam.

Melansir Reuters Selasa (18/8/2026), Wells Fargo Investment Institute menjadi salah satu lembaga terbaru yang memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada tahun ini.


Baca Juga: Arab Saudi Perketat Pengawasan Transfer Bank ke Uni Emirat Arab

Sebelumnya, lembaga tersebut memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga hingga akhir 2027.

Perbedaan pandangan tersebut muncul setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli mendapat penolakan dari tiga dari 12 anggota Federal Open Market Committee (FOMC). Ketiganya menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Di pasar, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan depan juga masih menjadi perhatian.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan 25 basis poin pada bulan depan sekitar 35%, turun dari 48,4% sepekan sebelumnya.

Proyeksi Broker Terbelah

Sejumlah broker masih memperkirakan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bunga sepanjang 2026.

Citigroup menjadi salah satu pengecualian di kubu yang memperkirakan penurunan suku bunga.

Baca Juga: Inggris Tegaskan Dukungan 100% untuk Ukraina di Tengah Ancaman Rusia

Citi memproyeksikan pemangkasan total 50 basis poin pada Oktober dan Desember, sehingga suku bunga The Fed berakhir di kisaran 3,00%-3,25%.

Sementara itu, Wells Fargo, UBS Global Wealth Management, UBS Global Research, Goldman Sachs, Nomura, Barclays, Morgan Stanley, HSBC, Standard Chartered, dan Societe Generale memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga sepanjang 2026.

Dengan proyeksi tersebut, suku bunga The Fed diperkirakan bertahan di kisaran 3,50%-3,75%.

Di sisi lain, sejumlah broker justru melihat potensi kenaikan suku bunga akibat tekanan inflasi yang dapat kembali menguat, terutama jika harga minyak terus meningkat.

BofA Global Research menjadi salah satu pihak yang paling agresif. BofA memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga total 75 basis poin melalui tiga kenaikan masing-masing 25 basis poin pada September, Oktober dan Desember. Proyeksi tersebut akan membawa suku bunga ke kisaran 4,25%-4,50%.

Baca Juga: Selat Hormuz Tetap Ditutup Iran hingga AS Penuhi Syarat Kesepakatan

Deutsche Bank memperkirakan dua kali kenaikan dengan total 50 basis poin pada September dan Desember. Dengan demikian, suku bunga diproyeksikan berakhir di kisaran 4,00%-4,25%.

Sementara itu, Macquarie memperkirakan satu kali kenaikan pada kuartal IV 2026, sedangkan BNP Paribas, J.P. Morgan, dan Wells Fargo Investment Institute masing-masing memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada Desember.

Harga Minyak Jadi Risiko Inflasi

Perbedaan proyeksi tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian inflasi. Kenaikan harga minyak akibat konflik dan ketegangan geopolitik berpotensi meningkatkan tekanan harga sekaligus mempersulit ruang gerak The Fed.

Di satu sisi, perlambatan sejumlah indikator ekonomi AS dapat memberikan alasan bagi The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan.

Namun, kenaikan harga energi dapat kembali meningkatkan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati.

Kondisi tersebut membuat pasar menghadapi situasi yang tidak biasa: sejumlah broker mulai memperkirakan kenaikan suku bunga, sementara sebagian lainnya masih melihat peluang pemangkasan.

Baca Juga: Fiskal Terjepit, Malaysia Siapkan Reformasi Pajak Konsumsi

Berikut proyeksi sejumlah broker global untuk kebijakan The Fed pada 2026:

Broker Proyeksi 2026 Suku Bunga Akhir 2026
Citigroup Turun 50 bps 3,00%-3,25%
Wells Fargo Tidak berubah 3,50%-3,75%
UBS Tidak berubah 3,50%-3,75%
Goldman Sachs Tidak berubah 3,50%-3,75%
Nomura Tidak berubah 3,50%-3,75%
Barclays Tidak berubah 3,50%-3,75%
Morgan Stanley Tidak berubah 3,50%-3,75%
HSBC Tidak berubah 3,50%-3,75%
Standard Chartered Tidak berubah 3,50%-3,75%
Societe Generale Tidak berubah 3,50%-3,75%
BofA Global Research Naik 75 bps 4,25%-4,50%
Deutsche Bank Naik 50 bps 4,00%-4,25%
Macquarie Naik pada Q4 3,75%-4,00%
BNP Paribas Naik 25 bps 3,75%-4,00%
J.P. Morgan Naik 25 bps 3,75%-4,00%
Wells Fargo Investment Institute Naik 25 bps 3,75%-4,00%