KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri broker properti memasuki era persaingan berbasis kualitas layanan dan kompetensi. Broker tak lagi sekadar mempertemukan penjual–pembeli, tetapi dituntut menjadi konsultan investasi yang memahami kebutuhan klien, tren pasar, strategi pemasaran modern, serta menjunjung integritas. Direktur LJH Realty, Oka Mahendra, menilai perubahan perilaku konsumen dan digitalisasi memaksa broker terus meningkatkan kapasitas dengan orientasi service excellence. Profesionalisme, kata dia, dibangun lewat pembelajaran berkelanjutan dan peningkatan sikap serta wawasan. Pertumbuhan platform digital dan jumlah broker membuat diferensiasi layanan menjadi kunci. Standar kini mencakup kemampuan komunikasi, pemahaman legalitas, hingga penguasaan digital marketing.
Broker Properti Dituntut Naik Kelas, Layanan dan Kompetensi Jadi Kunci Saing
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri broker properti memasuki era persaingan berbasis kualitas layanan dan kompetensi. Broker tak lagi sekadar mempertemukan penjual–pembeli, tetapi dituntut menjadi konsultan investasi yang memahami kebutuhan klien, tren pasar, strategi pemasaran modern, serta menjunjung integritas. Direktur LJH Realty, Oka Mahendra, menilai perubahan perilaku konsumen dan digitalisasi memaksa broker terus meningkatkan kapasitas dengan orientasi service excellence. Profesionalisme, kata dia, dibangun lewat pembelajaran berkelanjutan dan peningkatan sikap serta wawasan. Pertumbuhan platform digital dan jumlah broker membuat diferensiasi layanan menjadi kunci. Standar kini mencakup kemampuan komunikasi, pemahaman legalitas, hingga penguasaan digital marketing.