Broker Properti Dituntut Naik Kelas, Layanan dan Kompetensi Jadi Kunci Saing



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri broker properti memasuki era persaingan berbasis kualitas layanan dan kompetensi. Broker tak lagi sekadar mempertemukan penjual–pembeli, tetapi dituntut menjadi konsultan investasi yang memahami kebutuhan klien, tren pasar, strategi pemasaran modern, serta menjunjung integritas.

Direktur LJH Realty, Oka Mahendra, menilai perubahan perilaku konsumen dan digitalisasi memaksa broker terus meningkatkan kapasitas dengan orientasi service excellence. Profesionalisme, kata dia, dibangun lewat pembelajaran berkelanjutan dan peningkatan sikap serta wawasan.

Pertumbuhan platform digital dan jumlah broker membuat diferensiasi layanan menjadi kunci. Standar kini mencakup kemampuan komunikasi, pemahaman legalitas, hingga penguasaan digital marketing.


Oka menyebut ada lima kualifikasi broker profesional, yakni konsisten mengembangkan diri, menerapkan standar layanan tinggi, memiliki kompetensi pemasaran strategis berbasis data, mengantongi sertifikasi serta rekam jejak jelas, dan menguasai teknologi digital. 

Baca Juga: Permintaan Hunian Urban Meningkat, Pacific Garden Ekspansi ke Segmen Rumah Tapak

Untuk itu, LJH Realty menggelar Summit 2026 menghadirkan praktisi layanan pelanggan dan pakar properti internasional guna meningkatkan kualitas konsultan dan mitra outletnya “Summit LJH Realty 2026 akan menghadirkan James Sutton, Principal & Premium Property Expert McGrath, dari Sydney, Australia guna berbagi praktik pemasaran terbaik internasional,” kata Oka dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Oka menegaskan pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci keberlanjutan bisnis broker properti. Perusahaan harus rutin meng-upgrade keterampilan tenaga pemasaran melalui pelatihan berkelanjutan.

LJH Realty menggelar program bulanan yang mencakup sertifikasi kompetensi, seminar nasional dan regional, serta forum berbagi praktik terbaik. Perusahaan juga membangun ekosistem pembelajaran internal lewat summit tahunan, awarding, pelatihan principal mitra, hingga penguatan tim administrasi agar kualitas layanan meningkat menyeluruh.

Materi pelatihan turut disebarkan melalui kanal digital dan media sosial perusahaan. Selain itu, LJH Realty menekankan pendampingan karier jangka panjang bagi konsultan dan mitra outlet. “Tanpa terus meng-upgrade diri, sulit bertahan dalam persaingan,” tegas Oka.

Baca Juga: SMRA Rayakan Kesuksesan Penjualan Lewat Summarecon Awards 2026

CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, menilai prospek bisnis broker properti masih terbuka, ditopang pertumbuhan kelas menengah, kebutuhan hunian urban, dan minat investasi. Namun, pola transaksi kini lebih rasional dan berbasis data, sehingga broker harus bertransformasi menjadi konsultan yang mampu memberi analisis nilai dan risiko.

Digitalisasi—mulai dari platform online, virtual tour, hingga pemasaran berbasis data—akan mempercepat seleksi alam di industri ini. Perusahaan dengan sistem pelatihan kuat, standar layanan tinggi, dan strategi modern dinilai lebih berpeluang tumbuh.

Menurut Ali, tantangan utama bukan pada permintaan, melainkan kualitas SDM. Profesionalisme, integritas, dan pengembangan diri yang konsisten menjadi syarat mutlak untuk bertahan di bisnis jasa pemasaran properti.

Selanjutnya: Penjualan Segmen Home & Personal Care Naik 20%, Begini Rekomendasi Unilever (UNVR)

Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 20-22 Februari 2026, Nata De Coco-Ikan Shisamo Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News