KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kompak menggelar aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRPT mengalokasikan dana untuk buyback saham senilai Rp 1 triliun, sedangkan TPIA dan CUAN masing-masing sebesar Rp 2 triliun dan Rp 750 miliar. Dana tersebut berasal dari kas internal masing-masing perusahaan. Ketiga emiten ini kompak melaksanakan buyback saham dari 4 Februari 2026 sampai 3 Mei 2026 mendatang atau selama tiga bulan. Manajemen BRPT, TPIA, dan CUAN meyakini pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional dan pendapatan perusahaan lantaran perusahaan memiliki modal kerja dan arus kas yang mencukupi kebutuhan dana untuk melaksanakan buyback. Baca Juga: Draft Aturan Baru BEI: Syarat IPO Diperketat, Biaya dan Free Float Disesuaikan Pelaksanaan buyback juga diharapkan dapat memberi fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta mencerminkan kinerja melalui harga saham emiten-emiten tersebut. Sementara itu, Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan mengatakan, buyback serentak yang dilakukan BRPT, TPIA, dan CUAN memang tidak lepas dari kondisi pasar yang sangat volatil dan tekanan jual yang cukup tinggi pada saham-saham tersebut. Di level harga sekarang, pihak manajemen kemungkinan melihat bahwa valuasi saham sudah turun di bawah kewajaran. "Sehingga, buyback dipakai sebagai sinyal bahwa perusahaan percaya pada valuasi dan prospeknya, sekaligus untuk membantu menahan laju penurunan harga agar tidak makin dalam di tengah sentimen pasar yang sedang rapuh," ungkap dia, Rabu (4/2). Sebagai catatan, pada perdagangan Rabu (4/2) atau hari pertama pelaksanaan buyback, harga saham BRPT, TPIA, dan CUAN kompak menguat. Saham BRPT melesat 7,58% ke level Rp 2.130 per saham, TPIA naik 4,98% ke level Rp 6.850 per saham, sedangkan CUAN naik 3% ke level Rp 1.715 per saham. Sebelumnya, harga saham BRPT, TPIA, dan CUAN mengalami tren penurunan dalam sebulan terakhir. Dalam hal ini, saham BRPT anjlok 33,23% dalam sebulan terakhir, sedangkan CUAN merosot 25,11%. Adapun saham TPIA terkoreksi 3,86% dalam sebulan terakhir. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Hari Rachman menambahkan, pada dasarnya buyback menjadi instrumen strategis untuk mendukung stabilitas harga saham sekaligus meredam tekanan jual yang berlebihan. Dukungan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan ruang bagi emiten untuk bertindak lebih proaktif menjaga kepercayaan pasar. Selain itu, penggunaan kas internal menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan berada dalam posisi yang sehat, serta mencerminkan keyakinan manajemen BRPT, TPIA, dan CUAN terhadap prospek bisnis ke depan. Dengan kata lain, aksi buyback tidak hanya bersifat defensif, melainkan juga merupakan sinyal kepercayaan diri bahwa manajemen emiten tersebut menilai valuasi saham saat ini sudah cukup menarik. "Selain itu, kesamaan waktu pelaksanaan buyback mengindikasikan adanya kesamaan tantangan eksternal yang dihadapi, bukan karena masalah fundamental spesifik di masing-masing emiten," terang dia, Rabu (4/2).
BRPT, TPIA, dan CUAN Gelar Buyback Bersamaan, Begini Prospeknya Menurut Analis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kompak menggelar aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRPT mengalokasikan dana untuk buyback saham senilai Rp 1 triliun, sedangkan TPIA dan CUAN masing-masing sebesar Rp 2 triliun dan Rp 750 miliar. Dana tersebut berasal dari kas internal masing-masing perusahaan. Ketiga emiten ini kompak melaksanakan buyback saham dari 4 Februari 2026 sampai 3 Mei 2026 mendatang atau selama tiga bulan. Manajemen BRPT, TPIA, dan CUAN meyakini pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional dan pendapatan perusahaan lantaran perusahaan memiliki modal kerja dan arus kas yang mencukupi kebutuhan dana untuk melaksanakan buyback. Baca Juga: Draft Aturan Baru BEI: Syarat IPO Diperketat, Biaya dan Free Float Disesuaikan Pelaksanaan buyback juga diharapkan dapat memberi fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta mencerminkan kinerja melalui harga saham emiten-emiten tersebut. Sementara itu, Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan mengatakan, buyback serentak yang dilakukan BRPT, TPIA, dan CUAN memang tidak lepas dari kondisi pasar yang sangat volatil dan tekanan jual yang cukup tinggi pada saham-saham tersebut. Di level harga sekarang, pihak manajemen kemungkinan melihat bahwa valuasi saham sudah turun di bawah kewajaran. "Sehingga, buyback dipakai sebagai sinyal bahwa perusahaan percaya pada valuasi dan prospeknya, sekaligus untuk membantu menahan laju penurunan harga agar tidak makin dalam di tengah sentimen pasar yang sedang rapuh," ungkap dia, Rabu (4/2). Sebagai catatan, pada perdagangan Rabu (4/2) atau hari pertama pelaksanaan buyback, harga saham BRPT, TPIA, dan CUAN kompak menguat. Saham BRPT melesat 7,58% ke level Rp 2.130 per saham, TPIA naik 4,98% ke level Rp 6.850 per saham, sedangkan CUAN naik 3% ke level Rp 1.715 per saham. Sebelumnya, harga saham BRPT, TPIA, dan CUAN mengalami tren penurunan dalam sebulan terakhir. Dalam hal ini, saham BRPT anjlok 33,23% dalam sebulan terakhir, sedangkan CUAN merosot 25,11%. Adapun saham TPIA terkoreksi 3,86% dalam sebulan terakhir. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Hari Rachman menambahkan, pada dasarnya buyback menjadi instrumen strategis untuk mendukung stabilitas harga saham sekaligus meredam tekanan jual yang berlebihan. Dukungan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan ruang bagi emiten untuk bertindak lebih proaktif menjaga kepercayaan pasar. Selain itu, penggunaan kas internal menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan berada dalam posisi yang sehat, serta mencerminkan keyakinan manajemen BRPT, TPIA, dan CUAN terhadap prospek bisnis ke depan. Dengan kata lain, aksi buyback tidak hanya bersifat defensif, melainkan juga merupakan sinyal kepercayaan diri bahwa manajemen emiten tersebut menilai valuasi saham saat ini sudah cukup menarik. "Selain itu, kesamaan waktu pelaksanaan buyback mengindikasikan adanya kesamaan tantangan eksternal yang dihadapi, bukan karena masalah fundamental spesifik di masing-masing emiten," terang dia, Rabu (4/2).
TAG: