BSA dari China Merupakan Mekanisme Kerjasama Bilateral



JAKARTA. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu menjelaskan Bilateral Swap Arrangement (BSA) dari China senilai US$ 15 miliar merupakan mekanisme kerjasama bilateral. Jadi, BSA tersebut tidak termasuk dengan mekanisme serupa yang digawangi oleh Chiang Mai Inisiative. "BSA China dalam bentuk yuan yang khusus untuk dukung transaksi perdagngan Indonesai dengan China. Dengan adanya swap ini mudah-mudahan bisa memberikan tekanan dengan cadangan devisa," ucap Anggito, Senin (23/3). Anggito menjelaskan, dengan adanya BSA tersebut maka kedepan Indonesia tidak perlu membeli dolar AS terlebih dulu ketika melakukan perdagngan dengan China. Menurut dia, proses lebih lanjut BSA dengan China bakal diselesaikan lebih lanjut oleh Bank Indonesia pada Mei tahun ini juga.

Pemerintah berharap, dengan adanya BSA China ini maka bisa menjadi pertahanan kedua alias second line of defence bagi pemerintah guna mengamankan cadangan devisa. "Ini untuk memperkuat posisi cadangan devisa," sambungnya. Nah soal mekanisme dan kapan dana segar dari BSA itu bakal di tarik, Anggito mengatakan, pemerintah menyerahkan detail hal itu kepada Bank Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News