JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang terus menukik tak urung membuat pasar was-was. Tak ingin kondisi bertambah buruk, Bank Indonesia (BI) pun memperkuat kuda-kuda dengan memperbesar fasilitas swap dari luar negeri. Salah satu tambahan yang diincar berhasil diperoleh akhir pekan lalu. Jepang sudah sepakat meningkatkan plafon Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan Indonesia dari US$ 6 miliar menjadi US$ 12 miliar. Direktur Treasury dan Internasional PT Bank BNI Tbk. Bien Subiantoro menilai, fasilitas swap memang berguna untuk menjaga agar kurs rupiah tidak jatuh terlalu dalam akibat rendahnya pasokan valuta asing di dalam negeri.
BSA Lebih Berguna Sebagai Sinyal Pasar
JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang terus menukik tak urung membuat pasar was-was. Tak ingin kondisi bertambah buruk, Bank Indonesia (BI) pun memperkuat kuda-kuda dengan memperbesar fasilitas swap dari luar negeri. Salah satu tambahan yang diincar berhasil diperoleh akhir pekan lalu. Jepang sudah sepakat meningkatkan plafon Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan Indonesia dari US$ 6 miliar menjadi US$ 12 miliar. Direktur Treasury dan Internasional PT Bank BNI Tbk. Bien Subiantoro menilai, fasilitas swap memang berguna untuk menjaga agar kurs rupiah tidak jatuh terlalu dalam akibat rendahnya pasokan valuta asing di dalam negeri.