KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengandalkan integrasi layanan multimoda dan penerapan
hybrid asset model untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan profitabilitas. Strategi ini ditempuh melalui optimalisasi jaringan transportasi darat, pengiriman laut, pergudangan, hingga layanan kepelabuhanan. Investor Relation WBSA Ravenal Arvense mengatakan, ke depan WBSA akan memfokuskan pertumbuhan pada peningkatan penetrasi pelanggan, perluasan penjualan silang (
cross-selling) antar layanan, serta optimalisasi jaringan multimoda yang semakin lengkap. "Ke depan, WBSA akan memfokuskan pertumbuhan pada peningkatan penetrasi pelanggan, cross-selling antar layanan, dan optimalisasi jaringan multimoda yang semakin lengkap," ujar Ravenal dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Industri Manufaktur RI Masih Dibayangi Tekanan Impor Penguatan jaringan tersebut juga didukung penambahan kapasitas marine shipping melalui pengadaan lima set tug boat dan barge. Penambahan armada yang telah diumumkan perseroan ini diproyeksikan memberikan tambahan kapasitas angkut hingga sekitar 1,5 juta metrik ton (MT) per tahun. Menurut Ravenal, tambahan kapasitas tersebut akan memperluas kemampuan WBSA dalam mengakomodasi kebutuhan volume angkutan pelanggan sekaligus memperkuat konektivitas antarlayanan, mulai dari transportasi darat, marine shipping, pergudangan,
Inland Logistics Terminal (ILT), hingga layanan pelabuhan. Dalam menjalankan strategi ekspansi tersebut, WBSA tetap mengandalkan
hybrid asset model dengan mengombinasikan aset strategis milik perseroan dan kapasitas dari jaringan mitra. Model ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan alokasi kapasitas berdasarkan karakteristik rute, visibilitas permintaan, serta kebutuhan pelanggan. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan dan utilisasi jaringan. Seiring meningkatnya volume yang terkonsolidasi, WBSA dapat memanfaatkan data untuk mengoptimalkan pilihan moda transportasi, rute, penjadwalan, hingga penggunaan kapasitas di seluruh jaringan operasional. Strategi integrasi multimoda ini turut diperkuat melalui akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) yang diselesaikan pada 2026. Melalui transaksi tersebut, WBSA menguasai 99,99% saham BIL dan memperoleh pengendalian atas PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), perusahaan operasional yang bergerak di bidang marine shipping. Kapabilitas marine shipping memperluas layanan WBSA untuk menangani berbagai jenis kargo, termasuk
dry bulk, liquid bulk, alat berat, kontainer, dan general cargo. Jaringan operasionalnya didukung lebih dari 300 kapal dan lebih dari 100 pemilik kargo di berbagai wilayah Indonesia. Penguatan bisnis multimoda tersebut menjadi salah satu strategi WBSA dalam mengembangkan skala bisnis. Hingga kuartal III 2026, WBSA membukukan pendapatan konsolidasian Rp 2,90 triliun, tumbuh 31,3% secara tahunan atau
year on year (YoY) dibandingkan Rp 2,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Segmen
freight forwarding menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dengan pendapatan Rp 1,62 triliun, meningkat 42,7% YoY. Sementara itu, pendapatan land transportation tumbuh 20,1% YoY menjadi Rp 1,08 triliun dan warehousing & storage naik 15,4% YoY menjadi Rp 204,2 miliar. Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut masih dibayangi tekanan profitabilitas. Laba kotor WBSA turun 13,2% YoY menjadi Rp 236,85 miliar. EBITDA tercatat Rp 155,1 miliar, turun tipis 2,8% YoY dari Rp 159,5 miliar pada 9M25. Adapun laba bersih terkoreksi 55,4% YoY menjadi Rp 13,48 miliar.
Baca Juga: Permintaan Kapal Melampaui Kapasitas, Samudera Indonesia (SMDR) Siapkan 9 Kapal Baru Tekanan margin terutama dipengaruhi penurunan aktivitas sektor pertambangan menyusul penyesuaian alokasi produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Kondisi tersebut mengurangi ketersediaan volume angkutan dan meningkatkan persaingan pada layanan logistik komoditas. Selain integrasi layanan, WBSA juga mengarahkan pemanfaatan teknologi, data, dan otomasi untuk meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan. Perseroan turut mengembangkan inisiatif kendaraan listrik pada proyek terpilih dan mengeksplorasi pemanfaatan energi surya di fasilitas logistik. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News