BSA Logistics (WBSA) Tambah 5 Set Kapal, Kapasitas Angkutan Laut Capai 1,5 Juta MT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) memperkuat bisnis angkutan laut dengan menambah lima set armada melalui entitas anak tidak langsung, PT Beruang Maritim Indonesia (BMI).

Penambahan armada tersebut terdiri dari lima tug boat dan lima barge. Dari total lima set kapal yang direncanakan, dua set telah diperoleh, sementara tiga set lainnya akan didatangkan secara bertahap pada periode berikutnya.

Baca Juga: Zero ODOL Harus Bertahap, Pemerintah Siapkan Peralihan dari Truk ke Kereta dan Kapal


Investor Relation WBSA Ravenal Arvense mengatakan, tambahan armada tersebut akan meningkatkan kapasitas angkutan laut atau marine perseroan hingga sekitar 1,5 juta metric ton (MT) per tahun.

"Perolehan lima set kapal tersebut akan memberikan tambahan kapasitas angkut hingga sekitar 1,5 juta metric ton per tahun," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).

Menurut Ravenal, tambahan kapasitas tersebut akan diarahkan untuk memperkuat layanan pada rute yang telah memiliki kebutuhan angkutan berkelanjutan.

Di sisi lain, kapasitas baru juga memberikan ruang bagi perseroan untuk mengantisipasi pertumbuhan volume dan permintaan baru.

Ekspansi armada ini merupakan realisasi dari rencana pembelian kapal yang sebelumnya telah diumumkan WBSA.

Pada 14 September 2026, BMI menandatangani fasilitas pinjaman berjangka dengan PT Bank OCBC NISP Tbk dengan limit Rp 75 miliar dan tenor 60 bulan.

Fasilitas pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung pembelian lima set kapal yang terdiri atas lima tug boat dan lima barge.

Baca Juga: Tiga Startup Iklim Mendapat Pembiayaan Rp15 Miliar, Siapa Saja?

Terapkan Hybrid Asset Model

WBSA mengatakan, penambahan armada merupakan bagian dari penerapan hybrid asset model, yakni strategi yang mengombinasikan kepemilikan aset strategis dengan pemanfaatan jaringan mitra.

Melalui model tersebut, perseroan dapat memanfaatkan kapasitas dari perusahaan charter maupun subcontractor untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memasuki rute baru.

Setelah suatu rute menunjukkan volume berulang, visibilitas pendapatan yang lebih baik, serta tingkat utilisasi yang memadai, perseroan dapat menambah aset secara selektif.

Dengan strategi ini, armada baru akan difokuskan pada rute dengan basis permintaan yang lebih stabil. Kepemilikan aset juga memungkinkan BMI memiliki kontrol lebih besar terhadap kapasitas, penjadwalan, dan standar layanan.

WBSA menilai kombinasi armada yang dikendalikan langsung dengan jaringan mitra dapat membantu perseroan mengoptimalkan alokasi kapasitas dan utilisasi jaringan.

Baca Juga: Tokyo Gas Akuisisi AGP Indonesia, Bangun Jaringan LNG Antarpulau

Strategi tersebut juga diharapkan mendukung efisiensi operasional dan berpotensi meningkatkan gross margin.

Tambahan kapasitas hingga 1,5 juta MT per tahun akan memperluas jaringan bisnis marine WBSA. Ekspansi ini sekaligus melengkapi bisnis logistik perseroan yang mencakup transportasi darat, angkutan laut, freight forwarding, pergudangan, Inland Logistics Terminal (ILT), layanan pelabuhan hingga stevedoring.

Perseroan juga mengembangkan integrasi berbagai moda transportasi untuk mengoptimalkan rute, kapasitas, penjadwalan, dan utilisasi aset sesuai kebutuhan pelanggan.

Integrasi layanan multimoda tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas antarmoda sekaligus membuka peluang cross-selling dan pertumbuhan volume dalam ekosistem bisnis logistik WBSA.

 
WBSA Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News