KONTAN.CO.ID - NUSA TENGGARA TIMUR. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat ekspansi bisnis keagenannya sebagai bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan nasional. Hingga kuartal pertama 2026, jumlah transaksi melalui layanan BSI Agen tercatat mencapai 8,6 juta transaksi. Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengungkapkan bahwa kinerja layanan BSI Agen menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari kelengkapan layanan yang ditawarkan serta jangkauan yang semakin luas hingga ke wilayah pedesaan. "Pertumbuhan ini karena layanan BSI Agen yang lengkap dan kompetitif, serta bisa menjangkau pedesaan," kata Wisnu kepada Kontan, Kamis (23/4/2026).
Dari sisi jaringan, jumlah BSI Agen hingga kuartal I-2026 telah mencapai 128 ribu agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat sebesar 11,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menjadi agen sekaligus meningkatnya kebutuhan layanan keuangan berbasis komunitas.
Baca Juga: MAMI: Prospek Jangka Panjang Indonesia Masih Menarik bagi Investor Global Wisnu menambahkan, BSI akan terus meningkatkan kapabilitas layanan BSI Agen guna mendorong pemerataan akses keuangan di berbagai daerah. Saat ini, BSI Agen telah melayani berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran merchant, isi ulang dompet digital, hingga pelunasan biaya haji. Di lapangan, keberadaan BSI Agen terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu agen, Yani Royyaniyi (27), yang beroperasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menyebut layanan tersebut sangat membantu warga di sekitarnya. Menurut Yani, keterbatasan mesin ATM di wilayahnya membuat masyarakat lebih mengandalkan layanan agen untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan. Hal ini turut mendorong tingginya jumlah pelanggan yang datang setiap hari. Dalam sehari, Yani mampu meraup keuntungan bersih antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung pada volume transaksi yang dilakukan pelanggan. "Paling sedikit itu per hari dapat Rp 100 ribu. Kalau bisa dihitung itu antara 10 sampai 15 kali transaksi," kata Yani saat ditemui, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: KB Bank Kucurkan Kredit Rp 400 Miliar ke Lucky Mom Indonesia Meski demikian, Yani mengungkapkan masih terdapat kendala dalam layanan yang tersedia. Ia menyebut mesin EDC BSI Agen saat ini belum dapat melayani penarikan tunai untuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, kebutuhan akan layanan tersebut cukup tinggi mengingat banyak warga di desanya merupakan penerima bantuan PKH. Akibat keterbatasan ini, Yani harus menggunakan mesin lain untuk melayani transaksi tersebut. Ke depan, Yani berharap BSI dapat terus melengkapi fitur layanan pada BSI Agen agar semakin komprehensif. Dengan peningkatan layanan, diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan potensi pendapatan bagi para agen. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News