BSI (BRIS) Bakal Rights Issue Rp 3,4 Triliun, Simak Jadwal RUPSLB dan Potensi Dilusi



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bakal meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal melalui skema rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10/2026), BSI mengumumkan bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 6 November 2026, pukul 10.00 WIB. Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System Kustodian Sentral Efek Indonesia (eASY.KSEI).

Dalam pemanggilan RUPSLB tersebut, persetujuan rencana PMHMETD II menjadi satu-satunya mata acara rapat.


Baca Juga: Transaksi BSI International Expo 2026 Ditargetkan Rp 4 Triliun, Dorong Produk Lokal

Manajemen BSI menjelaskan, perusahaan berencana menambah modal disetor dengan menerbitkan saham baru melalui mekanisme PMHMETD II sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan guna mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Rencana penambahan modal tersebut memerlukan persetujuan RUPSLB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan.

Dalam pemanggilan rapat, BSI juga menyebutkan bahwa pelaksanaan penambahan modal melalui penerbitan saham baru wajib memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikannya, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah pihak yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan atau pemilik saham dalam catatan saldo rekening efek di penitipan kolektif KSEI pada 14 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB.

Adapun pemegang saham dapat memberikan kuasa dan menentukan pilihan suara melalui eASY.KSEI hingga Kamis, 5 November 2026 pukul 12.00 WIB.

Sebagai informasi, BSI sebelumnya telah mengumumkan rencana PMHMETD II dengan potensi dilusi maksimal sebesar 12,85%. Rencana tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi pembiayaan.

Aksi korporasi ini ditargetkan dapat rampung dilakukan pada kuartal I-2027, dengan total saham baru yang diterbitkan rencananya mencapai 6,8 miliar saham Seri B dengan nominal Rp 500 per saham. Artinya, nilai maksimal saham baru yang diterbitkan bisa sebesar Rp 3,4 triliun. Nantinya, saham ini bakal memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham Seri B lainnya, termasuk hak atas dividen. 

Baca Juga: Punya 24,3 Juta Nasabah, BSI Bidik Generasi Muda dengan Perluasan Layanan Digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News