BSI gelontorkan pembiayaan sindikasi di proyek pembangunan pabrik Pupuk Iskandar Muda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) berpartisipasi dalam proyek pembangunan pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan total investasi mencapai Rp 1,199 triliun.

Dari jumlah itu, porsi investasi BSI mencapai Rp 359 miliar. Sementara sisanya berasal dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank BNI (Persero) Tbk. Dengan demikian, BSI berpartisipasi dalam pembangunan kapasitas produksi baru milik PIM yang dapat menghasilkan pupuk NPK sebanyak 500 ribu ton per tahun. 

Hadir dalam penandatanganan sindikasi pembiayaan ini diantaranya Direktur Wholesale & Transaction Banking Bank Syariah Indonesia Kusman Yandi, Direktur Keuangan & Umum PT Pupuk Iskandar Muda Rochman Syamsul Hadi serta Jajaran SEVP PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank BNI (Persero) Tbk. 


Baca Juga: Kembangkan digitalisasi, BSI perkuat layanan e-channel

Kusman mengatakan, pembangunan pabrik tersebut didasari oleh arahan pemerintah untuk meningkatkan produksi pupuk non-subsidi serta adanya peningkatan permintaan pupuk NPK di Indonesia. "Dengan penyaluran pembiayaan sindikasi ini, BSI berharap dapat berperan aktif dalam peningkatan produksi pangan, hortikultura, serta perkebunan," kata Kusman dalam keterangan resmi, Kamis (7/10). 

Pembiayaan sindikasi merupakan salah satu langkah yang diambil BSI untuk meningkatkan pembiayaan wholesale. Per Juni 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale hingga Rp46,413 triliun. 

Lebih lanjut, ekosistem halal terus dibangun perusahaan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui sistem ekonomi yang berkelanjutan. “BSI siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya di Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap Qanun Aceh tentang Lembaga Keuangan Syariah," terangnya. 

Selain itu, perusahaan juga senantiasa mendukung pengembangan pembangunan di Indonesia guna mendorong roda perekonomian di tanah air. 

Selanjutnya: Transaksi digital BSI capai Rp 95,13 triliun per Juni 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .