BSI Kebut Pengembangan AI, Bidik Produktivitas dan Pertumbuhan Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis. Salah satu implementasi AI bahkan telah berhasil mendatangkan ribuan rekening baru.

SEVP IT Development & Operations BSI Saut Parulian Saragih mengatakan, penggunaan AI di BSI tidak hanya difokuskan untuk mendukung operasional, tetapi juga diarahkan agar mampu meningkatkan penjualan produk perbankan.

"Kami sudah mulai proof of concept, sudah mulai meng-engage partner AI. Untuk boosting jualan sudah dapat beberapa ribu rekening baru," ujar Saut di Jakarta, Rabu (1/7/2026).


Menurutnya, use case AI di BSI sangat luas. Pemanfaatan yang paling sederhana adalah sebagai knowledge management untuk memudahkan pegawai maupun nasabah memperoleh informasi mengenai produk, prosedur kerja, program, hingga kebijakan internal.

Baca Juga: BSI Rampungkan Transformasi Core Banking, Targetkan 40 Juta Nasabah pada 2030

Namun, sesuai arahan manajemen, pengembangan AI saat ini diprioritaskan untuk mendukung produktivitas bisnis.

"Kami mendapat harapan dari manajemen, prioritasnya adalah AI yang bantu jualan," katanya.

Saut mengungkapkan, saat ini BSI telah memiliki sejumlah implementasi AI yang berjalan. Pertama, pada proses pembukaan rekening secara online melalui teknologi face recognition. Teknologi tersebut mampu mendeteksi apakah wajah yang digunakan merupakan orang asli atau hanya gambar maupun rekaman (replay) sehingga meningkatkan keamanan proses verifikasi nasabah.

Kedua, AI digunakan pada sistem pendeteksi fraud untuk mengenali pola transaksi mencurigakan. Misalnya, transaksi dengan nominal kecil yang berulang dalam interval waktu tertentu pada malam hari yang berpotensi mengindikasikan aktivitas penipuan.

Ketiga, BSI mengembangkan AI untuk membantu relationship manager (RM) menawarkan produk yang paling sesuai kepada nasabah melalui fitur next product to offer. Sistem akan menganalisis profil nasabah dan memberikan rekomendasi produk yang memiliki peluang terbesar untuk dipasarkan.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BSI) Catat Laba Rp 2,80 Triliun pada April 2026

Ke depan, pengembangan AI akan difokuskan pada peningkatan produktivitas pengembangan layanan digital. Salah satunya melalui pemanfaatan AI untuk membantu proses pemrograman (coding) fitur-fitur baru pada aplikasi digital BSI.

Saut menjelaskan, selama ini pengembangan fitur membutuhkan waktu cukup lama karena proses coding dilakukan secara manual. Dengan AI, pengembang cukup memberikan perintah (prompt), kemudian sistem akan menghasilkan kode yang selanjutnya ditinjau kembali oleh programmer sebelum diimplementasikan.

"Kalau saya mau bikin fitur nanti tinggal prompting saja. AI bisa mengeluarkan coding lebih cepat, kemudian tinggal direview. Dengan begitu fitur-fitur baru akan lebih cepat diimplementasikan," ujarnya.

Melalui berbagai implementasi tersebut, pihaknya berharap pemanfaatan AI tidak sekadar menjadi adopsi teknologi, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, percepatan inovasi digital, serta pertumbuhan bisnis perseroan.

Baca Juga: BSI Perluas Sayap ke Tanah Suci, Bidik Penguatan Ekosistem Syariah Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News