KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (
BRIS) atau BSI terus mematangkan persiapan operasional Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Kerajaan Arab Saudi sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BSI untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang terintegrasi dari Indonesia hingga Arab Saudi, sekaligus memperkuat peran perseroan dalam ekosistem haji dan umrah nasional.
Baca Juga: Satgas PASTI Hentikan 27 Gadai Swasta Ilegal dan 228 PAKD Tanpa Izin Momentum ekspansi tersebut semakin kuat setelah BSI memperoleh initial approval dari Bank Sentral Arab Saudi atau Saudi Central Bank (SAMA) untuk membuka kantor cabang luar negeri pada 2024. Kehadiran BSI di Arab Saudi diharapkan tidak hanya memperluas jaringan internasional perseroan, tetapi juga menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih mudah diakses oleh jemaah haji dan umrah, diaspora Indonesia, pelaku usaha, serta para pelaku ekonomi syariah lainnya. Prospek pengembangan layanan BSI di Arab Saudi didukung basis nasabah yang besar. Setiap tahun Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203.000 jemaah haji, dengan sekitar 170.000 orang atau 83% di antaranya merupakan nasabah BSI. Sementara itu, berdasarkan data Siskopatuh tahun 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 1,6 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 84% menggunakan layanan BSI.
Baca Juga: Bank OCBC NISP Siapkan Rp 748,56 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Juli 2026 Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, penguatan kehadiran di Arab Saudi merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan untuk membangun konektivitas layanan keuangan syariah lintas negara. "Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end, mulai dari tahap persiapan di Indonesia hingga aktivitas selama berada di Tanah Suci," ujar Wisnu dalam keterangannya Senin (22/6/2026). Menurut dia, persiapan operasional yang tengah dilakukan tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur dan pemenuhan aspek regulasi, tetapi juga penguatan kapabilitas layanan guna memastikan pengalaman transaksi yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan nasabah.
Baca Juga: Bank BJB Siapkan Dana Rp 379 Miliar untuk Pelunasan Obligasi Jatuh Tempo Juli 2026 "Kami terus menyempurnakan seluruh aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses pembukaan layanan BSI di Arab Saudi. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kehadiran BSI dapat segera memberikan manfaat nyata bagi jemaah haji, jemaah umrah, diaspora Indonesia, serta memperkuat hubungan ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi," tambahnya. Sebagai bagian dari peningkatan layanan pada musim haji 2026, BSI juga mempererat kolaborasi dengan BPKH Limited melalui penyediaan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah. Melalui booth tersebut, BSI memberikan informasi, edukasi, serta pendampingan kepada jemaah Indonesia. Perseroan juga memperkenalkan berbagai solusi keuangan syariah yang dapat mendukung kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci. Selain itu, BSI meluncurkan program Peduli Lansia dengan menyediakan stiker khusus bagi jemaah lanjut usia sebagai bentuk kepedulian dan upaya menghadirkan layanan yang lebih inklusif.
Baca Juga: Ini Sejumlah Upaya yang Bisa Dilakukan Multifinance guna Menarik Minat Investor Asing Program tersebut melengkapi komitmen BSI dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan ibadah, khususnya bagi kelompok jemaah yang membutuhkan perhatian lebih. Melalui penguatan kehadiran di Arab Saudi, BSI tidak hanya memperluas ekspansi bisnis internasional, tetapi juga membangun fondasi ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ibadah umat Islam dunia. Langkah ini sejalan dengan strategi perseroan untuk menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi nasabah, memperkuat daya saing industri keuangan syariah nasional, serta mendukung Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah global. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News