BSI Raup Manfaat dari Program Pemerintah, Bisnis Bullion hingga KUR Tumbuh Positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyebut berbagai program pemerintah turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perseroan. Mulai dari bisnis bullion bank, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), hingga pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penopang pertumbuhan kinerja BSI.

Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah mengatakan, BSI aktif berkontribusi mendukung program prioritas pemerintah maupun agenda Astacita melalui berbagai penyaluran pembiayaan dan layanan keuangan syariah.

Salah satu kontribusi utama BSI datang dari peran perseroan sebagai bank bullion pertama di Indonesia.


Baca Juga: Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Dalam Penanganan Scam Keuangan

“Sampai dengan hari ini dari lini bisnis bullion yaitu tabungan emas, cicil emas, dan juga gadai, kami mengelola emas kurang lebih sekitar 23,05 ton emas,” ujar Grandhis dalam paparan kinerja BSI, Selasa (12/5).

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bisnis bullion yang dijalankan BSI terus tumbuh positif sejak diresmikan pemerintah.

Selain itu, BSI juga berpartisipasi dalam penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah dengan alokasi mencapai sekitar Rp 10 triliun.

Di sisi lain, BSI turut mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perseroan menyediakan layanan virtual account untuk operasional pengelola dapur MBG di berbagai daerah.

Saat ini, sekitar 1.600 titik dapur MBG telah menggunakan layanan BSI yang tersebar di tiga provinsi utama, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Tak hanya dari sisi transaksi, BSI juga menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan dapur MBG.

“BSI telah mempunyai eksposur kurang lebih kepada sekitar 211 dapur MBG dengan total pembiayaan mencapai hampir Rp 198 miliar,” katanya.

BSI juga mendukung program pemerintah lainnya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga saat ini outstanding KUR BSI mencapai sekitar Rp 25,7 triliun.

Khusus pada kuartal I-2026, penyaluran KUR BSI mencapai Rp 2,61 triliun dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 17.732 nasabah UMKM.

Selain itu, perseroan juga terlibat dalam penyaluran program KDMP yang menjangkau lebih dari 80 ribu koperasi.

Dari sisi pembiayaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan fasilitas FLPP kepada 894 nasabah sepanjang kuartal I-2026. Adapun total outstanding pembiayaan rumah subsidi perseroan mencapai sekitar Rp 5,7 triliun.

BSI juga berpartisipasi dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) bagi segmen UMKM. Outstanding KPP perseroan tercatat sekitar Rp 360 miliar dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.131 nasabah.

Grandhis menegaskan, keterlibatan BSI dalam berbagai program pemerintah tidak hanya mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis perseroan.

Baca Juga: DPLK Avrist Catat Pertumbuhan Aset 8,65% pada Kuartal I-2026, Ini Penopangnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News