BSI Salurkan Rp 73,92 Triliun Untuk Pembiayaan Berkelanjutan di 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) meningkatkan pembiayaan berkelanjutan. Sepanjang 2025, bank ini menyalurkan pembiayaan berkelanjutan Rp 73,92 triliun, naik 11,20% secara tahunan. Dari jumlah itu, Rp 58,26 triliun mengalir ke segmen UMKM dan Rp 15,66 triliun ke pembiayaan hijau, serta menyalurkan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan Rp 396 miliar. Secara total, porsi pembiayaan berkelanjutan mencapai 23,18% dari portofolio pembiayaan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, segmen UMKM menjadi fokus utama dalam strategi pembiayaan berkelanjutan. UMKM adalah sektor potensial yang perlu didorong agar naik kelas dan lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. “Kami melihat ini sebagai bagian dari penguatan struktur ekonomi nasional,” ujar Bob dalam keterangan resmi, Selasa (11/2).

Meski demikian, kontribusi pembiayaan berkelanjutan yang baru menyentuh sekitar seperlima portofolio menunjukkan ruang ekspansi masih terbuka lebar. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas aset, terutama di segmen UMKM yang rentan terhadap perlambatan daya beli dan fluktuasi ekonomi.


Baca Juga: BSI Optimistis Raih Pertumbuhan Double Digit, Simak Strateginya di Tahun 2026

Bob menambahkan, perseroan melakukan pendampingan dari hulu hingga hilir, termasuk pembinaan pelaku usaha nonbankable melalui BSI UMKM Center serta kolaborasi dengan kementerian dan komunitas usaha.

Dalam aspek operasional, BSI mengklaim terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Beberapa langkah yang ditempuh antara lain pembangunan gedung ramah lingkungan, pemasangan panel surya di kantor cabang, penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik, serta penggunaan kendaraan operasional rendah emisi. Perseroan juga menyebut telah memiliki sistem pelacakan karbon digital untuk memantau jejak emisi.

Ke depan, efektivitas strategi ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi, pengukuran dampak yang terukur, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas aset di tengah dinamika ekonomi.

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan BSI Naik 14,49% Jadi Rp 318,84 Triliun di Tahun 2025

Selanjutnya: Menteri Bahlil Pastikan Proyek DME Batubara Sudah Tahap Finalisasi Danantara

Menarik Dibaca: Lewat Pasar Bedug, Paris Baguette Tawarkan Aneka Takjil dan Iftar Cita Rasa Lokal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News