KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menilai potensi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama atau higher for longer tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Hal ini seiring karakteristik bisnis perbankan syariah yang dinilai lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI Rate di level 4,75% sejak terakhir kali memangkas suku bunga pada September 2025. Kondisi suku bunga yang bertahan tinggi menjadi perhatian industri perbankan karena dapat memengaruhi biaya dana, permintaan kredit, hingga kualitas aset. Namun, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan model bisnis perbankan syariah memiliki tingkat volatilitas yang lebih rendah dibandingkan bank konvensional ketika terjadi perubahan suku bunga referensi.
BSI Sebut Kenaikan Suku Bunga Tak Terlalu Pengaruhi Kinerja Perseroan
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menilai potensi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama atau higher for longer tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Hal ini seiring karakteristik bisnis perbankan syariah yang dinilai lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI Rate di level 4,75% sejak terakhir kali memangkas suku bunga pada September 2025. Kondisi suku bunga yang bertahan tinggi menjadi perhatian industri perbankan karena dapat memengaruhi biaya dana, permintaan kredit, hingga kualitas aset. Namun, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan model bisnis perbankan syariah memiliki tingkat volatilitas yang lebih rendah dibandingkan bank konvensional ketika terjadi perubahan suku bunga referensi.
TAG: