BSI Sebut Kenaikan Suku Bunga Tak Terlalu Pengaruhi Kinerja Perseroan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menilai potensi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama atau higher for longer tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Hal ini seiring karakteristik bisnis perbankan syariah yang dinilai lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI Rate di level 4,75% sejak terakhir kali memangkas suku bunga pada September 2025. Kondisi suku bunga yang bertahan tinggi menjadi perhatian industri perbankan karena dapat memengaruhi biaya dana, permintaan kredit, hingga kualitas aset.

Namun, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan model bisnis perbankan syariah memiliki tingkat volatilitas yang lebih rendah dibandingkan bank konvensional ketika terjadi perubahan suku bunga referensi.


“Praktik perbankan syariah relatif memiliki volatilitas yang less sensitive ketika terjadi perubahan suku bunga referensi,” ujar Ade dalam paparan kinerja BSI, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: DPLK Avrist Catat Pertumbuhan Aset 8,65% pada Kuartal I-2026, Ini Penopangnya

Ade menjelaskan, karakter pembiayaan syariah melalui akad murabahah maupun skema bagi hasil menjadi salah satu faktor yang membuat kinerja bisnis lebih resilien di tengah dinamika suku bunga. Dengan mekanisme tersebut, fluktuasi bunga acuan tidak secara langsung memengaruhi struktur pembiayaan seperti yang umum terjadi di perbankan konvensional.

BSI juga telah melakukan berbagai stress test untuk mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga ke depan. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, perseroan menilai kondisi keuangan dan portofolio pembiayaan masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai skenario pasar.

Selain itu, pengalaman dalam lima tahun terakhir dinilai menunjukkan kemampuan BSI dalam menjaga profitabilitas di tengah perubahan arah suku bunga, baik saat tren kenaikan maupun penurunan bunga acuan.

“BSI memiliki portofolio yang mampu bertahan dan tetap mempertahankan margin yang menarik baik untuk penabung dana pihak ketiga maupun nasabah debitur,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News