BSI Siap Sediakan Rekening untuk Masyarakat, Customer Base Tembus 24,3 Juta



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan siap menjalankan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyebut, BSI mengapresiasi kepercayaan pemerintah yang menjadikan BSI sebagai salah satu bank yang akan mendukung penyediaan rekening bagi masyarakat.

"Kami juga meyakini bahwa semakin banyak masyarakat yang memiliki rekening bank akan semakin memperkuat inklusi keuangan nasional. Dalam konteks ini, BSI siap melayani sepenuh hati seluruh segmen nasabah hingga pelosok negeri," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).


Baca Juga: Kinerja Makin Solid, Tugu Insurance Pertahankan Kualitas Layanan Nasabah

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, BSI mengandalkan jaringan kantor dan layanan digital untuk memperluas akses masyarakat. Saat ini BSI memiliki sekitar 1.130 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain melalui jaringan kantor, masyarakat juga dapat membuka rekening secara digital melalui layanan online onboarding di aplikasi BYOND by BSI, sehingga proses pembukaan rekening tidak mengharuskan calon nasabah datang langsung ke kantor cabang.

Anggoro bilang pihaknya bakal terus memperkuat layanan yang mudah diakses, aman, modern, dan inklusif. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kualitas layanan, tata kelola yang baik, serta inovasi berkelanjutan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arahan agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan.

Pemerintah disebut bakal mempersiapkan penyediaan rekening melalui dua bank Himbara, salah satunya BSI. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung penguatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Kesiapan BSI memperluas akses perbankan sendiri ditopang oleh pertumbuhan basis nasabah. Hingga Juni 2026, jumlah customer base BSI telah mencapai 24,3 juta nasabah, bertambah sekitar 9,84 juta nasabah sejak proses merger pada 2021.

BSI juga terus memperkuat teknologi informasi untuk menopang layanan perbankan digital. Penguatan teknologi tersebut sekaligus mendukung pengembangan bisnis BSI yang memiliki dua lisensi, yakni sharia license dan bullion licence atau layanan bank emas.

Dari sisi jaringan layanan, BSI juga didukung sekitar 134.000 BSI Agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan agen tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, khususnya di wilayah yang belum terjangkau kantor cabang.

Baca Juga: LPS Proyeksikan Suku Bunga Simpanan Tetap Tinggi di Tengah Kebutuhan Likuiditas

BSI juga memiliki sejumlah produk yang ditujukan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Di antaranya tabungan emas yang dapat dimulai dengan nominal Rp 50.000 serta Tabungan Haji Muda dengan setoran mulai Rp 50.000.

"Ke depan kami juga terus meningkatkan literasi dan penetrasi ke masyarakat menggunakan dana dengan bijak, yang sebagian bisa disiapkan untuk investasi emas, haji dan kebutuhan penting di masa depan," kata Anggoro.

Di tengah upaya memperluas akses perbankan, kinerja keuangan BSI hingga Juni 2026 juga menunjukkan pertumbuhan.

BSI membukukan laba bersih sebesar Rp 4,16 triliun pada semester I 2026, tumbuh 11% secara tahunan.

Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 22% secara tahunan menjadi Rp 393 triliun. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan dana murah atau CASA yang mencapai Rp 238 triliun.

Sementara itu, pembiayaan BSI tumbuh 15,98% secara tahunan menjadi Rp 340,09 triliun. Pertumbuhan pembiayaan tersebut tercatat di berbagai segmen bisnis.

Anggoro menilai penguatan fondasi teknologi perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat. BSI juga saat ini dipercaya sebagai salah satu bank agen penyalur bantuan sosial tunai.

"Kami siap melaksanakan amanah tersebut dengan memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional melalui layanan yang mudah diakses, jaringan yang luas, serta transformasi digital yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, menabung, berinvestasi, maupun memperoleh pembiayaan sesuai prinsip syariah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News