KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Syariah Indonesia (BSI) terpantau menurunkan pencatatan beban impairment alias pencadangan dua bulan pertama tahun ini, seiring kebutuhan pendanaan yang meningkat pada awal tahun. Berdasarkan laporan keuangan Februari 2026, secara bank only BSI mencatatkan beban impairment sebesar Rp 439,37 miliar. Jumlah tersebut turun 9,83% dibanding impairment pada periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 487,25 miliar. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menjelaskan, hal itu dilakukan lantaran bank mencermati permintaan pembiayaan yang lebih besar di awal tahun. Apalagi, momen Ramadan dan Idul Fitri acapkali dimanfaatkan pelaku usaha UMKM mengambil dana untuk kebutuhan modal kerjanya.
BSI Turunkan Beban Impairment, Permintaan Pendanaan UMKM Meningkat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Syariah Indonesia (BSI) terpantau menurunkan pencatatan beban impairment alias pencadangan dua bulan pertama tahun ini, seiring kebutuhan pendanaan yang meningkat pada awal tahun. Berdasarkan laporan keuangan Februari 2026, secara bank only BSI mencatatkan beban impairment sebesar Rp 439,37 miliar. Jumlah tersebut turun 9,83% dibanding impairment pada periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 487,25 miliar. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menjelaskan, hal itu dilakukan lantaran bank mencermati permintaan pembiayaan yang lebih besar di awal tahun. Apalagi, momen Ramadan dan Idul Fitri acapkali dimanfaatkan pelaku usaha UMKM mengambil dana untuk kebutuhan modal kerjanya.
TAG: