BSM targetkan aset tahun ini jadi Rp 30 triliun



JAKARTA. PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menargetkan asetnya tahun ini bisa mencapai angka Rp 30 triliun, tumbuh sekitar 36% dibanding aset BSM pada akhir 2009 sebesar Rp 22,04 triliun. Hingga Juli 2010, BSM telah memiliki aset sebesar Rp 26,88 triliun.

"Mesin kita dari sisi funding. Tetapi kami juga agresif dari sisi pembiayaan," tegas Yuslam Fauzi, Direktur Utama BSM, belum lama ini. Menurut Yuslam, dengan aset Rp 30 triliun, DPK dan pembiayaan pada akhir tahun bisa mencapai Rp 27 triliun-Rp 28 triliun.

Menurutnya, kinerja BSM hingga bulan Juli 2010 berada di jalur yang benar. "Dari sisi pembiayaan, funding, aset, sudah sesuai dengan target. Sedangkan yang lain-lainnya, mungkin masih ada yang dapat merah. Masih harus ada perbaikan-perbaikan," jelas Yuslam. Per Juli 2010, kinerja BSM dalam ketiga hal tersebut sudah melebihi kinerja pada tahun 2009. Dana pihak ketiga (DPK) yang terkumpul sebesar Rp 23,69 triliun, pembiayaan sebesar Rp 20,3 triliun, dan aset sebesar Rp 26,88 triliun. Financing to deposit ratio (FDR) BSM saat ini berada pada posisi 80%. "Kami menargetkan FDR berada di kisaran 85%-90% pada akhir tahun," jelas Yuslam. Untuk penambahan modal, BSM akan mendapatkan kucuran dana dari perusahaan induknya, Bank Mandiri sebesar Rp 100 miliar-Rp 200 miliar. "Berdasarkan anggaran, paling bulan Oktober dana tersebut akan dikucurkan," tuturnya. Jika modal ini sudah dikucurkan, capital adequacy ratio (CAR) milik BSM akan naik hingga 15%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Test Test