BSN Bidik Pembiayaan Emas Syariah Tembus Rp 1 Triliun pada 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Syariah Nasional (BSN) nampak turut merasakan efek positif dari euforia momentum penguatan harga emas. Setelah resmi beroperasi pada 22 Desember 2025 lalu, penyaluran pembiayaan emas BSN melonjak signifikan.

Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta mengungkapkan, dalam waktu hanya kisaran satu bulan, portofolio pembiayaan emas meningkat dari sekitar Rp 17 miliar menjadi Rp 50 miliar hingga akhir tahun lalu. Jumlah tersebut mencerminkan pertumbuhan hampir 400%.

“Permintaan emas memang sedang tinggi. Kami optimistis karena berdasarkan kajian para analis, potensi kenaikannya masih besar,” ujar Yut Penta pasca pembukaan BTN Expo di Jakarta, Rabu (28/1/2025).


Baca Juga: Berikut Ragam Promo di IIMS Jakarta 2026 dari Adira Finance dan Danamon

Yut Penta bilang saat ini bisnis emas masih difokuskan kepada nasabah eksisting. Menurutnya, strategi ini dipilih karena bank sudah mengenal profil dan risiko nasabahnya dengan baik.

Selain itu, BSN juga memperkuat fondasi bisnis dengan menjalin kemitraan bersama supplier emas guna menjaga kualitas layanan. Dari sisi digital, BSN menggandeng induk usaha BTN dengan memanfaatkan platform Bale yang kini dikembangkan menjadi Bale Syariah khusus untuk BSN.

“Sekarang transaksi perbankan harus digital. Bale Syariah sudah operasional dan berfungsi, dengan aplikasi sendiri yang berbagi platform dengan BTN Bale,” jelasnya.

Ke depan, BSN menargetkan pembiayaan emas dapat meningkat hingga sekitar Rp 1 triliun sepanjang 2026. Meski demikian, target resmi dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) masih menunggu proses kajian dan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yut Penta bilang, selain menjadi pemimpin di sektor perumahan berbasis syariah, tahun ini bank juga berambisi untuk melakukan diversifikasi portofolio. Ini sejalan dengan beragamnya permintaan masyarakat terhadap pelayanan syariah. 

Produk cicilan emas ini menjadi salah satu diversifikasi produk. Selain itu, BSN juga merambah sektor multi manfaat dan multi jasa berbasis payroll

Baca Juga: Saham Bergerak di Zona Merah, Para Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham

Selanjutnya: Saham Bergerak di Zona Merah, Para Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham

Menarik Dibaca: Dapur Terasa Lebih Nyaman: Simak Tren Kabinet 2026 yang Prioritaskan Ketenangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News