KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sebanyak 609,39 juta serangan siber terjadi di Indonesia sepanjang 2024. Sektor keuangan, termasuk financial technology (fintech), menjadi salah satu target utama. Sementara itu, laporan IBM Cost of a Data Breach 2025 menunjukkan, rata-rata organisasi membutuhkan waktu hingga 241 hari untuk mendeteksi dan mengendalikan insiden kebocoran data. Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga keamanan data pribadi pengguna.
BSSN Catat 609,39 Juta Serangan Siber, Perlindungan Data Kian Krusial
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sebanyak 609,39 juta serangan siber terjadi di Indonesia sepanjang 2024. Sektor keuangan, termasuk financial technology (fintech), menjadi salah satu target utama. Sementara itu, laporan IBM Cost of a Data Breach 2025 menunjukkan, rata-rata organisasi membutuhkan waktu hingga 241 hari untuk mendeteksi dan mengendalikan insiden kebocoran data. Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga keamanan data pribadi pengguna.