BSSR kerek volume ekspor ke Korea



JAKARTA. PT Baramulti Suksessarana Tbk berencana memperbesar ekspor ke Korea Selatan. Langkah tersebut merupakan antisipasi perusahaan tambang batubara ini jika permintaan batubara dari China dan India turun.

Direktur Utama PT Baramulti Suksessarana Tbk Khoirudin menilai, konsumen utama batubara seperti China mulai membatasi ekspor. "Sedangkan Jepang stagnan, dan semua orang berharap pada India," sebutnya, usai rapat umum pemegang saham, Jumat (7/7).

Kesempatan memperlebar pasar ke Korea Selatan semakin terbuka lebar setelah sebagian kepemilikan saham emiten dengan kode BSSR ini dimiliki oleh perusahaan energi asal Korea, GS Global dan GS Energy Co. Ltd. Kepemilikan pemegang saham baru itu mulai April 2017 dengan porsi masing-masing 9,7% dan 5%.


Kabarnya, GS tertarik membeli 1,5 juta ton batubara dari BSSR saban tahun. Menanggapi hal tersebut, Khoirudin tidak menampik. Cuma, pihak GS belum menentukan lama kontrak dan volume pembelian batubara tersebut.

Baramulti berharap, ekspor batubara ke Korea Selatan bisa meningkat hingga 15% dibandingkan total penjualan dengan adanya permintaan dari GS tersebut. Maklum, volume ekspor batubara BSSR ke negara itu terbilang masih kecil, yakni hanya 5% dari volume penjualan 1,2 juta ton saat ini.

Tahun ini, BSSR menargetkan penjualan batubara sebesar 10 juta ton. Per semester I-2017, Baramulti memproyeksikan penjualan batubara sebesar 4,5 juta ton. "Berapa angka pastinya, masih dalam perhitungan," terang Khoirudin.

Tapi ia optimistis target tersebut bisa tercapai. Pasalnya BSSR sudah memegang beberapa kontrak penjualan batubara sebelumnya. Khorudin menjelaskan, dari total target penjualan 10 juta ton tahun ini, sebesar 65% merupakan kontrak jual-beli. "Sisanya, 30%-35% spot market," katanya.

Khoirudin menambahkan, bulan ini, BSSR bersiap membuka blok empat di tambang batubara Meratus, Kalimantan Selatan, dengan menggandeng kontraktor lokal. Adapun potensi produksi batubara dari blok empat ini sekitar 500.000-600.000 ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini