BTEL Ingin Penjualan Menara Rampung Januari



JAKARTA. Sebanyak enam calon pembeli 543 menara telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk telah resmi mengikuti tender. Mereka telah meneken kesediaan mengikuti proses tender penjualan menara itu.

Mereka adalah PT Solusi Tunas Pratama, PT Tower Bersama, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Retower, PT Padi Mekatel, dan PT Power Telecom (Powertel). "Mereka juga sudah memasukkan deposit Rp 8 miliar untuk mengikuti tender," kata Anindya N. Bakrie, Direktur Utama Bakrie Telecom, kemarin.

Kemarin, pemegang saham emiten bersandi saham BTEL itu sudah merestui aksi korporasi itu. Anindya berharap proses penjualan menara itu bisa rampung medio Januari 2009.


Nah, selanjutnya, para calon itu harus menyediakan dana Rp 42 miliar agar bisa mengajukan penawaran. BTEL menetapkan syarat tersebut supaya dapat menilai kesanggupan pendanaan dari masing-masing calon penawar. Yang pasti, BTEL berharap bisa mengantongi duit minimal Rp 380 miliar dari penjualan 534 menara tersebut.

Asal tahu saja, keenam penawar itu memang merupakan para pemain di bisnis menara telekomunikasi. Powertel misalnya, adalah perusahaan yang sudah lama malang melintang di bisnis ini. Perusahaan ini juga sempat berencana masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada September 2008. Namun, rencana tersebut kandas.

Dari enam penawar tersebut, Retower tergolong bersohib dengan BTEL. Maklum, perusahaan ini adalah anak usaha PT Recapital Advisors. Sudah jadi rahasia umum, Recapital sering menjadi mitra Grup Bakrie di berbagai bidang bisnis.

Direktur Keuangan BTEL Jastiro Abi menyatakan, penjualan menara ini akan mengubah alokasi belanja modal BTEL tahun depan yang sebesar US$ 200 juta. Perusahaan ini akan mengurangi pembiayaan belanja modal dari vendor atau vendor financing jadi US$ 20 juta. "Semula US$ 50 juta," imbuhnya. Berarti, kas BTEL harus menutup belanja modal US$ 180 juta.

Di luar urusan menara, Anindya mengakui PT Sinarmas Sekuritas telah jadi pemegang 6,2% saham BTEL. "Tapi tidak ada pembicaraan lebih lanjut mengenai itu," elaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News