JAKARta. Kinerja keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) pada tahun lalu memburuk. Selama 2011, emiten Grup Bakrie ini mencatatkan kerugian bersih mencapai Rp 782,70 miliar. Di 2010, perseroan masih mencetak laba bersih Rp 9,97 miliar. Mengacu ke laporan keuangan BTEL per akhir Desember 2011, kerugian itu disebabkan membengkaknya beban keuangan perseroan. Kinerja operasional sepanjang tahun lalu tidak mampu menahan beban keuangan operator telekomunikasi pengusung merek Esia itu. BTEL mencatatkan beban keuangan Rp 767,91 miliar sepanjang 2011. Jumlah itu membengkak 61,58% dibandingkan beban keuangan 2010 yang senilai Rp 475,26 miliar. Di pos ini, beban bunga dan amortisasi beban keuangan neto meningkat 87,71% menjadi Rp 557,73 miliar pada 2011.
BTEL menderita kerugian Rp 783 miliar di 2011
JAKARta. Kinerja keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) pada tahun lalu memburuk. Selama 2011, emiten Grup Bakrie ini mencatatkan kerugian bersih mencapai Rp 782,70 miliar. Di 2010, perseroan masih mencetak laba bersih Rp 9,97 miliar. Mengacu ke laporan keuangan BTEL per akhir Desember 2011, kerugian itu disebabkan membengkaknya beban keuangan perseroan. Kinerja operasional sepanjang tahun lalu tidak mampu menahan beban keuangan operator telekomunikasi pengusung merek Esia itu. BTEL mencatatkan beban keuangan Rp 767,91 miliar sepanjang 2011. Jumlah itu membengkak 61,58% dibandingkan beban keuangan 2010 yang senilai Rp 475,26 miliar. Di pos ini, beban bunga dan amortisasi beban keuangan neto meningkat 87,71% menjadi Rp 557,73 miliar pada 2011.