BTN Akan Menggelar RUPST 23 April 2026, Berikut Agenda dan Ketentuannya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara  Tbk (BTN) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 pada Kamis, 23 April 2026.

Manajemen BTN dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/3/2026), menyampaikan bahwa pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Maret 2026.

Mengacu pada ketentuan regulator, pemegang saham juga diberikan kesempatan untuk mengusulkan mata acara rapat. Usulan tersebut harus sudah diterima direksi paling lambat 25 Maret 2026.


Baca Juga: Peserta Mudik Gratis BSI Tahun Ini Meningkat Dua Kali Lipat Capai 2.261 Pemudik

Adapun pihak yang berhak mengajukan usulan adalah pemegang saham Seri A Dwiwarna atau satu atau lebih pemegang saham yang mewakili minimal 5% dari total saham dengan hak suara yang sah.

Manajemen menegaskan, usulan agenda rapat harus memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain diajukan dengan itikad baik, mempertimbangkan kepentingan perseroan, serta disertai alasan dan bahan pendukung. Selain itu, usulan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan maupun anggaran dasar perseroan.

BTN juga menyampaikan, pemanggilan resmi RUPST akan dilakukan paling lambat 1 April 2026. Informasi tersebut akan diumumkan melalui situs web penyedia e-RUPS, Bursa Efek Indonesia, serta situs resmi perseroan.

Sebagai informasi, penyelenggaraan RUPST mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15/2020 serta POJK Nomor 14/2025 yang mengatur pelaksanaan rapat umum pemegang saham, termasuk secara elektronik.

Baca Juga: Kredit Perbankan Melambat pada Februari 2026, BI Tetap Optimistis

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengungkapkan sejumlah agenda RUPST nanti. Di antaranya ialah penggunaan laba bersih perseroan, termasuk rencana pembagian dividen. 

Nixon bilang pihaknya berencana mengusulkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 30% untuk periode tahun buku 2025, naik dari rasio 25% pada tahun sebelumnya. Dengan laba bersih yang tercatat sebesar Rp 3,5 triliun, total dividen yang bakal dibagikan perseroan bisa mencapai kisaran Rp 1,05 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News