BTN Bakal Rilis Tabungan Emas di Bale



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi terus meningkat. Kondisi ini turut membuka peluang bagi perbankan untuk mengembangkan layanan emas, termasuk melalui kanal digital. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), alokasi pendapatan masyarakat untuk emas dan perhiasan mencapai 36,5% pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 34,4% pada Juni 2025. Peluang bisnis emas tak hanya digarap oleh perbankan syariah. Sejumlah bank konvensional juga mulai memperluas layanan emas, terutama dengan memanfaatkan platform digital untuk memudahkan akses nasabah. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), misalnya, tengah menyiapkan layanan Tabungan Emas melalui aplikasi Bale by BTN. Layanan tersebut akan hadir melalui kerja sama BTN dengan Pegadaian.

Baca Juga: Pengguna Paylater BCA Tumbuh 8% per Juni 2026, Outstanding Capai Rp 334 Miliar

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, layanan Tabungan Emas saat ini masih dalam proses perizinan dengan regulator. "Kami melihat prospek bisnis emas masih cukup positif ke depan. Emas memiliki daya tarik yang kuat di masyarakat, baik sebagai pilihan investasi maupun sebagai salah satu cara untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang," ujar Thomas kepada Kontan, Senin (14/9/2026). Selain pembukaan Tabungan Emas, nasabah nantinya dapat memantau portofolio emas yang dimiliki serta melakukan transaksi pembelian dan penjualan. Seluruh layanan tersebut akan terintegrasi dalam Bale by BTN. Thomas mengatakan, perkembangan teknologi turut membuka peluang untuk membuat akses investasi emas lebih mudah dan praktis. Hal ini sejalan dengan kebutuhan nasabah terhadap layanan yang dapat diakses kapan saja.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News