KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperluas pembiayaan ke sektor korporasi dengan menyalurkan fasilitas kredit senilai Rp 1,5 triliun kepada PT Pindad. Pendanaan tersebut bakal digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis industri pertahanan nasional, termasuk produksi kendaraan Maung MV3 dan amunisi. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, dukungan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari komitmen bank dalam mendukung penguatan industri pertahanan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Turun 0,5% di Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya Lebih lanjut, Nixon bilang industri pertahanan saat ini menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah. Hal itu tercermin dari alokasi anggaran pertahanan dalam APBN 2026 yang mencapai lebih dari Rp 180 triliun. "Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026). Fasilitas pembiayaan yang diberikan BTN terdiri dari fasilitas
cash loan atau Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor sebesar Rp 125 miliar dan fasilitas
non-cash loan senilai Rp 1,375 triliun. Fasilitas
non-cash loan tersebut mencakup bank garansi, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), dan
Letter of Credit (LC) dengan
sub-limit trust receipt. Nixon menjelaskan, pembiayaan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaksanaan berbagai proyek strategis Pindad yang berasal dari kementerian dan lembaga negara, baik yang dibiayai APBN murni maupun skema pinjaman dalam dan luar negeri. Pada tahap awal, dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung sejumlah program unggulan Pindad. Di antaranya produksi Maung MV3 yang kini digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat negara, produksi berbagai jenis amunisi untuk mendukung kesiapan pertahanan nasional, serta produksi
water canon untuk kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Ekonomi, Gadai Barang Mewah Jadi Alternatif Likuiditas Crazy Rich Kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis BTN melalui program Beyond Mortgage. Melalui strategi tersebut, BTN berupaya memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi fokus utama perseroan. "Kami siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia," kata Nixon. Sementara itu, Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa menyambut positif dukungan pembiayaan dari BTN. Menurutnya, fasilitas kredit tersebut akan memperkuat kapasitas produksi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.
"Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara," ujar Sigit. Ia menilai sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan menjadi faktor penting untuk mendorong kemandirian industri strategis nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global. Dengan kerja sama tersebut, BTN semakin aktif memperluas pembiayaan ke sektor-sektor strategis nasional, sejalan dengan upaya diversifikasi portofolio bisnis perseroan di luar segmen kredit pemilikan rumah (KPR). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News