BTN Bidik Cost of Fund di Level 3,3% Hingga Akhir 2026, Dana SAL Jadi Peran Penting



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BBTN) berupaya menjaga rasio biaya dana cost of fund (CoF) di kisaran 3,1% – 3,3% hingga akhir tahun 2026. Penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) menjadi salah satu faktor penting yang bakal mempengaruhi. 

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, strategi utama yang ditempuh bank dalam menjaga CoF adalah dengan mengurangi ekspansi pada segmen korporasi yang tingkat bunganya terlalu rendah. 

Namun, ia memastikan penyaluran kredit pada program pemerintah tak bakal terganggu.


Baca Juga: Kinerja Premi Asuransi Umum Melandai Imbas Sektor Korporasi

"Memang hari ini kami tidak bisa jualan bunga kredit terlalu murah karena cost of fund naik. Jadi kami pilih -pilih segmen yang akan kami masukin. Program pemerintah masih tetap jalan, tapi korporasi yang bunganya terlalu murah kita mulai kurangi," ujar Nixon saat ditemui pasca paparan kinerja pekan lalu.

Nixon bilang target cost of fund di kisaran 3,1%–3,3% juga bakal ditopang oleh penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di perbankan. Ia menyebut dana SAL sangat membantu memperbaiki likuiditas sekaligus menekan biaya dana. "Sangat membantu," kata Nixon.

Ia menjelaskan, likuiditas perbankan sempat mengetat pada akhir Juni 2026 ketika penempatan SAL ditarik bersamaan dengan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan sejumlah instrumen lain yang menyerap likuiditas pasar. 

Pada gilirannya, kondisi tersebut sempat mendorong kenaikan suku bunga dana. Namun, setelah pemerintah mengembalikan penempatan SAL masih pada bulan yang sama, kondisi likuiditas segera membaik. "Langsung longgar lagi likuiditasnya," ujarnya.

BTN sendiri memperoleh tambahan penempatan dana SAL sekitar Rp 13 triliun, sehingga kini total saldonya mencapai kisaran Rp 28 triliun. 

Meski demikian, Nixon mengungkapkan sebagian dana tersebut bakal ditarik kembali pada evaluasi berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. "Kami tambah kurang lebih hampir Rp 13 triliun. Nanti September ada porsi yang harus dikembalikan. Sekarang bagusnya jadwalnya sudah jelas, jadi kita sudah siap," pungkas Nixon.

Baca Juga: KPR Melandai, BTN Bidik Pertumbuhan dari Pasar Sekunder

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: